rss

Antara ‘DoFollow’ & ‘NoFollow’

Setelah berkeliling dari satu blog ke blog yang lain, dari website yang satu ke website yang lain, mencari literatur, artikel, postingan atau istilah lain, yang membahas masalah DoFollow dan NoFollow, akhirnya saya memberanikan diri untuk ikut membahasnya juga. Meskipun dibayangi perasaan yang sedikit ragu, karena membahas DoFollow dan NoFollow bisa menyulut kontroversi, terutama dikalangan blogger yang pro dan kontra dengan istilah tersebut. Perasaan ragu saya, sedikit terobati ketika yang saya pikirkan adalah tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk ‘share’ atau berbagi informasi dengan anda semua.
Bagi blogger pemula yang baru datang di dunia ‘Luna Maya’, maksudnya dunia internet, tentunya istilah DoFollow dan NoFollow begitu asing untuk didengar. DoFollow dan NoFollow, keduanya merupakan bagian dalam ‘Search Engine Optimization’ atau SEO. Untuk yang sudah terbiasa bermain internet dan sudah tahu istilah DoFollow dan NoFollow, biasanya bingung untuk menentukan pilihan (seperti saya) diantara keduanya, karena masing-masing memberikan pilihan dan keuntungan dan kerugian. Jadi masing-masing ada sisi positif dan negatifnya.
Bertukar link dengan teman-teman blogger sekarang merupakan ‘trend’ dan hal yang biasa, dimana hal itu bisa dimanfaatkan sebagai jalinan atau ‘community’ dalam dunia blogger untuk menambah pengunjung blog. Selain itu juga menambah ‘backlink’ atau link balik dengan harapan dapat meningkatkan ‘Page Rank’ Google, meskipun sebenarnya bahwa kebanyakan ‘outbond’ link pada satu halaman malah dapat menurunkan nilai ‘Page Rank’ kita di mata Google.

Lalu, apa sih sebenarnya yang disebut dengan istilah DoFollow dan NoFollow ?

DoFollow merupakan ‘tag’ yang dimasukkan ke dalam kode link pada halaman html, yang berfungsi untuk memberi perintah kepada ‘robot’ ‘search engine’ atau mesin pencari agar mereka ‘mengikuti’ link yang bersangkutan, sehingga apabila sebuah blog mengikuti paham ‘DoFollow’ akan memberikan kesempatan kepada blogger lain untuk berpromosi melalui komentar pada blog ‘DoFollow’ ini. Keuntungannya jelas pengunjung bisa berpromosi dan mendapatkan ‘backlink’ gratis dari pemilik blog, sedangkan pemilik blog diuntungkan dengan adanya komentar pada artikel yang dipostingkan dalam blognya. Blog DoFollow disebut juga dengan ‘One Way Link’ dan merupakan bagian dari salah satu cara tercepat untuk meningkatkan ‘traffic’ pengunjung, sehingga blogger penganut paham Do Follow sangat digemari oleh para blogger.
NoFollow juga merupakan ‘tag’ dimasukkan ke dalam kode link pada halaman html, yang berfungsi untuk memberi perintah kepada ‘robot’ ‘search engine’ atau mesin pencari agar mereka ‘tidak mengikuti’ link yang bersangkutan, sehingga tidak dianggap sebagai link yang sesuangguhnya. Blogger yang masuk dan memberikan komentar dalam blog yang menganut paham ini tidak memperoleh ‘backlink’.

Untung Rugi Blog DoFollow dan NoFollow
1. Keuntungan Blog DoFollow
• Blog akan mendapatkan banyak pengunjung atau ‘visitor’, karena dengan memberikan komentar maka mereka mengharapkan untuk mendapat ‘backlink’ gratis.
• Traffic atau lalu lintas dalam blog DoFollow, tentunya akan meningkat drastis dengan banyaknya pengunjung ke blog.
• Keuntungan ketiga, silahkan bertanya kepada para ‘master blog’ yang terbiasa dengan blog DoFollow, dan ‘master blog’ yang membaca artikel ini diharapkan ‘meninggalkan jejaknya’ di kotak komentar.

2. Kerugian Blog DoFollow
• Search engine atau mesin pencari Google membenci penganut paham DoFollow, akibatnya artikel atau postingan yang ada di blog bisa tidak terindeks Google atau bahkan hilang sama sekali.
• Bila tidak terindeks Google, artinya pengunjung yang mencari lewat search engine Google akan berkurang, artinya hal ini juga menurunkan traffic pengunjung yang mencari lewat search engine, jadi memungkinkan untuk menurunnya traffic blog.
• Blog DoFollow juga mempunyai permasalahan dengan ‘spamming’. Spammer akan senang sekali dengan blog DoFollow karena bisa dimanfaatkan untuk tujuan tertentu.
• Blog Dofollow memiliki resiko menjadi ‘Splogs’ , merupakan sebuah blog yang seringkali dicap sebagai host dari ‘spam comment’ demi kepentingan manipulasi Page Rank dengan melakukan ‘Google Bomb’. Resikonya sangat jelas, Google bisa menghilangkan atau mengurangi Page Rank dengan skala pelanggaran yang dianggap ringan.

1. Keuntungan Blog NoFollow
• Blog NoFollow akan menjadi ‘anak emas’ Google apabila memberikan artikel atau postingan yang berkualitas dan merupakan hasil karya sendiri.
• Artikel yang berkualitas, tentunya akan menarik minat pengunjung yang mencari lewat search engine, sehingga jumlah pengunjung pada blog akan bertambah.
• Terindeks pada search engine Google, sehingga tidak mempunyai permasalahan dengan Google Index
• Tidak memiliki permasalahan dengan ‘spamming’ dan ‘Splog’, sehingga kemungkinan untuk meningkatnya Page Rank Google sangat besar.

2. Kerugian Blog NoFollow
• Bila tidak memberikan artikel atau postingan yang berkualitas, apalagi hasil ‘copy paste’ dari website atau blog lain, maka mengakibatkan berkurangnya pengunjung.
• Berkurangnya pengunjung berarti sedikit komentar yang diberikan kepada blog NoFollow ini.
• Berkurangnya pengunjung menyebabkan ‘traffic’ blog akan menurun dan pada saat Google mengupdate Page Rank, tidak akan mendapatkan apa-apa.
Jadi apabila kita perhatikan keuntungan dan kerugian blog DoFollow maupun NoFollow, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kita harus bisa memadukan keuntungan dan kerugian tersebut, misalnya kalau kita memakai DoFollow harus ekstra hati-hati dengan Google, buatlah artikel yang benar-benar berkualitas dan asli hasil karya sendiri, sehingga Google mau tidak mau akan mengindeks postingan yang ada di blog. Awasi dan cermati pergerakan ‘spammer’ dan ‘spamming comment’, sehingga tidak dicap sebagai ‘splog’. Demikian pula dengan NoFollow.
Dari apa yang telah kita bahas diatas, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa inti permasalahan antara DoFollow dan NoFollow adalah masalah kualitas ‘posting atau isi’ dari masing-masing blog. Kalau kita sangat yakin dengan kualitas postingan yang kita ‘entry’ ke dalam blog, mengapa kita harus takut untuk tidak mendapatkan Page Rank atau traffic pengunjung ? Mengapa kita harus mengubah status default yang ada dari blog kita ?
Demikian kiranya uraian yang dapat saya berikan, untuk posting saya selanjutnya mungkin akan membahas bagaimana cara mengubah status ‘NoFollow’ menjadi “DoFollow’. Sebenarnya saya ingin membahasnya disini, namun artikel ini mungkin sudah terlalu panjang, jadi mungkin bisa kita bahas di lain waktu. Saran dan kritik para ‘Master Blog’ sangat diharapkan, silahkan sampaikan melalui kotak komentar. Tentunya harapan saya adalah saran dan kritik yang mencerahkan.
Semoga Bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Give Me Your Comment, No SPAM No JUNK:

Posting Terbaru

 

Pengikut Blog Ini