Jika saat ini anda bingung dengan karakter seks pasangan anda, cobalah ketahui melalui buah yang sangat ia sukai. Berikut buah-buah yang sesuai dengan karakter seks wanita:
Anggur
Jika wanita yang gemar makan buah anggur, berarti dia adalah tipe wanita yang susah dalam membangkitkan gairah seksnya.
Wanita seperti ini butuh foreplay yang cukup lama agar benar-beanr terangsang. Sayangnya dari wanita seperti ini gairahnya tergantung pada mood, sehingga terkadang hot terkadang pula melempen.
Apel
Wanita gemar makan buah apel adalah wanita yang sangat menjaga keindahan payudaranya. Tipe wanita seperti ini sangat menikmati dalam melakukan hubungan seks.
Bengkoang
Tipe seperti ini pastinya memiliki kulit yang sangat mulus dan putih, sangat peduli dengan menjaga parasnya. Tetapi wanita yang gemar makan bengkoang ini sangat tertutup dalam masalah seks, gairahnya pun sedang-sedang saja.
Durian
Meski wanita ini terkesan keras dan cuek, bahkan sulit untuk didekati tetapi wanita berkarakter seperti ini sangat romantis dalam urusan bercinta. Bagi yang memiliki pasangan tipe ini akan sangat beruntung.
Jeruk
Bagi wanita yang sangat gemar sekali makan buah jeruk, anda harus berhati-hati karena jika mereka berbicara akan sangat menyakitkan dan ketus. Wanita seperti ini memiliki gairah yang sangat besar. Tetapi kelemahannya dalam asmara ia akab bertekuk lutut kepada pria jika mampu membangkitkan gairah seksualnya.
Pisang
Gemar memakan pisang dapat diartikan sebagai wanita yang sangat besar nafsunya, bagi mereka jika kehidupan rumah tangganya tanpa seks hanyalah kehampaan. Jika anda memiliki pasangan gemar makan pisang, anda harus bersiap-siap menjaga stamina tubuh.
Mangga
Bagi penggemar mangga, wanita ini sangat penurut diranjang, mereka akan melakukan variasi seks sesuai dengan keinginan pasangannya tetapi karakter seperti ini sangat butuh perjuangan keras untuk dapat memuaskannya diranjang.
Tampilkan postingan dengan label TIPS UNTUK ANDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS UNTUK ANDA. Tampilkan semua postingan
30 Mei 2009
Manfaat Strowberry Untuk Kulit
Buah merah nan manis ini tak hanya lezat bila digunakan sebagai pemanas kue atau minuman yang menyegarkan. Buah yang satu ini ternyata bisa digunakan sebagai salah satu bahan masker alami bagi kecantikan. ‘Buah ini mempunyai konsentrasi tujuh zat antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga strawberry merupakan buah yang efektif untuk mencegah proses oksidasi pada tubuh,’ jelas Fosca yang juga pernah memperdalam ilmu kecantikannya di Victoria University Melbourne Australia. Oksidasi sendiri asap kendaraan, rokok maupun polusi.
Oksidasi sendiri adalah hancurnya jaringan tubuh karena pengaruh radikal bebas seperti asap kendaraan, rokok maupun polusi. Oksidasi sendiri juga berpengaruh besar pada proses penuaan pada kulit.
Selain itu, buah satu ini memang banyak mengandung asam salisilat (salah satu jenis asam beta-hidroksi yang membantu mengencangkan kulit), slica, serta vitamin B, C, E, dan K.
Dengan kemampuannya menyehatkan dan meremajakan kulit, strawberry cocok digunakan untuk hampir semua jenis kulit. Tak ada salahnya mencoba masker Strawberry.
1. Lumatkan beberapa buah strawberry yang telah dipisahkan dari tangkai dan daunnya
2. Lalu usapkan dua sendok makan strawberry yang sudah dilumatkan tadi pada wajah
3. Biarkan selama 15 menit
4. Setelah itu biaslah dengan air steril atau air hangat biasa
Tips
Untuk mendapat efek yang lebih kuat, tambahkan sedikit putih telur kocok, satu sendok makan air mawar dan beberapa tetes minyak. Penggunaan masker strawberry ini dapat dilakukan dua kali dalam satu minggu. Nah, tidak hanya untuk disantapkan?
Oksidasi sendiri adalah hancurnya jaringan tubuh karena pengaruh radikal bebas seperti asap kendaraan, rokok maupun polusi. Oksidasi sendiri juga berpengaruh besar pada proses penuaan pada kulit.
Selain itu, buah satu ini memang banyak mengandung asam salisilat (salah satu jenis asam beta-hidroksi yang membantu mengencangkan kulit), slica, serta vitamin B, C, E, dan K.
Dengan kemampuannya menyehatkan dan meremajakan kulit, strawberry cocok digunakan untuk hampir semua jenis kulit. Tak ada salahnya mencoba masker Strawberry.
1. Lumatkan beberapa buah strawberry yang telah dipisahkan dari tangkai dan daunnya
2. Lalu usapkan dua sendok makan strawberry yang sudah dilumatkan tadi pada wajah
3. Biarkan selama 15 menit
4. Setelah itu biaslah dengan air steril atau air hangat biasa
Tips
Untuk mendapat efek yang lebih kuat, tambahkan sedikit putih telur kocok, satu sendok makan air mawar dan beberapa tetes minyak. Penggunaan masker strawberry ini dapat dilakukan dua kali dalam satu minggu. Nah, tidak hanya untuk disantapkan?
22 Mei 2009
Hidup Sehat dengan Seks Aman
KESEHATAN merupakan dambaan setiap orang. Kekayaan, kecerdasan, kepopuleran tak ayal menjadi sirna jika tidak didukung dengan kesehatan prima. Oleh karena itulah, masalah kesehatan adalah hal paling utama yang harus mendapat perhatian. Banyak faktor yang menjadikan seseorang dapat hidup sehat. Salah satunya adalah berperilaku seks. Sumadi Atmodiharjo, Direktur Pelaksana Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim mengatakan, dalam gaya hidup masayarakat saat ini, kecenderungan seseorang berperilaku seks bebas menjadi lebih tinggi. “Mengapa demikian, karena hal itu ditunjang dengan kemudahan mendapatkan kesempatan baik waktu dan tempat, jabatan, uang yang melimpah, membuat peluang berperilaku seks bebas tersebut menjadi sangat terbuka,” katanya.
Menurut Sumadi, berangkat dari berperilaku seks bebas tersebut berbagai penyakit akan timbul. Seperti gonore, sepilis, klamedia, herpes gentalis dan yang sangat menakutkan adalah HIV/AIDS.
“Untuk penderita HIV/AIDS berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim, pada Desember 2008 di Kaltim telah ditemukan 952 kasus positif HIV/AIDS. Berikut sebanyak 95.200 orang diperkirakan telah terjangkit,” jelas Sumadi di Sekretariat PKBI Kaltim JL Letjend Suprapto, Sabtu (16/5) kemarin.
Ditambahkannya, penduduk usia 25-29 tahun pada 2008 sebesar 87 ribu lebih. Lantas sebanyak 38% dari jumlah itu adalah kelompok potensial untuk berperilaku seks aman maupun tidak aman.
Perkembangan penyakit AIDS di Kaltim sangat pesat. Persoalan menjadi sulit diatasi karena perilaku seks adalah suatu yang dianggap privacy, tersembunyi, dan tabu. “Kebanyakan orang masih segan membicarakan masalah yang dianggap membuka aib dan memalukan tersebut. Dampak lain dari akibat perilaku seks bebas adalah kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, hingga kekerasan seks yang dapat menjalar kepada prostitusi, perzinaan, hingga pemerkosaan,” bebernya.
Bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat hidup sehat dengan perilaku seks bersama pasangan sah, seks aman, jauh dari bahaya penyakit menular dan HIV/AIDS, maka PKBI Kaltim akan menggelar talk show perilaku hidup sehat dengan seks aman. Kegiatan itu akan dilaksanakan di Hotel Mesra Internasional Samarinda, hari Selasa (19/5) luas. Menghadirkan pembicara utama dr Darwis Toena SpKK. “Kegiatan ini kami lakukan sebagai bagian dari kegiatan PKBI. Selain kegiatan yang bersifat rutin, kami juga mengadakan kegiatan yang bersifat informative,” jelas Sumadi.
Menurut Sumadi, berangkat dari berperilaku seks bebas tersebut berbagai penyakit akan timbul. Seperti gonore, sepilis, klamedia, herpes gentalis dan yang sangat menakutkan adalah HIV/AIDS.
“Untuk penderita HIV/AIDS berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim, pada Desember 2008 di Kaltim telah ditemukan 952 kasus positif HIV/AIDS. Berikut sebanyak 95.200 orang diperkirakan telah terjangkit,” jelas Sumadi di Sekretariat PKBI Kaltim JL Letjend Suprapto, Sabtu (16/5) kemarin.
Ditambahkannya, penduduk usia 25-29 tahun pada 2008 sebesar 87 ribu lebih. Lantas sebanyak 38% dari jumlah itu adalah kelompok potensial untuk berperilaku seks aman maupun tidak aman.
Perkembangan penyakit AIDS di Kaltim sangat pesat. Persoalan menjadi sulit diatasi karena perilaku seks adalah suatu yang dianggap privacy, tersembunyi, dan tabu. “Kebanyakan orang masih segan membicarakan masalah yang dianggap membuka aib dan memalukan tersebut. Dampak lain dari akibat perilaku seks bebas adalah kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, hingga kekerasan seks yang dapat menjalar kepada prostitusi, perzinaan, hingga pemerkosaan,” bebernya.
Bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat hidup sehat dengan perilaku seks bersama pasangan sah, seks aman, jauh dari bahaya penyakit menular dan HIV/AIDS, maka PKBI Kaltim akan menggelar talk show perilaku hidup sehat dengan seks aman. Kegiatan itu akan dilaksanakan di Hotel Mesra Internasional Samarinda, hari Selasa (19/5) luas. Menghadirkan pembicara utama dr Darwis Toena SpKK. “Kegiatan ini kami lakukan sebagai bagian dari kegiatan PKBI. Selain kegiatan yang bersifat rutin, kami juga mengadakan kegiatan yang bersifat informative,” jelas Sumadi.
Mau Menikah Lagi, Khawatir Anak
KEHILANGAN orang yang telah mengayomi, melindungi, dan memberikan kasih sayang selama bertahun-tahun kadang membuat kita sedih dan kesepian. Kita seolah terperangkap dalam dunia yang sunyi, bagai awan kelabu yang tak pernah beranjak.
Sehingga, dikala ada secercah sinar mentari, gairah hidup kembali bersemangat dan berbagai impian baru datang menyapa. Sepertinya, Ibu sedang bertemu “teman” yang bisa mengembuskan motivasi dan memberi warna baru dalam kehidupan Ibu. Tetapi, ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum Ibu dan pasangan melangkah lebih jauh.
Pertama, tanyalah pada suara hati Ibu melalui pertenungan dan intriospeksi terdalam, apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan Ibu akan kehadirannya? Benarkah keinginan Ibu mewakili kebahagiaan anak-anak? Bukankah waktu Ibu memberikan informasi, sang buah hati terkesan belum siap ada orang lain yang menggantikan posisi ayahnya? Apakah calon pasangan siap menerima Ibu dengan kondisi yang ada? Bagaimana tanggapan kedua keluarga? Masih banyak hal lain yang mungkin Ibu lebih memahami.
Saat ini putra-putri Ibu sudah beranjak remaja. Mereka memasuki usia sensitive. Artinya, mereka peka terhadap perubahan, baik yang terjadi pada diri mereka, lingkungan, maupun keharmonisan keluarga. Saat ini mereka melihat Ibu sebagai sosok yang tegar, penuh kasih, dan perhatian. Apakah kehadiran “ayah” sambungan bisa membuat Ibu lebih memperhatikan, mengasihi, dan membuat mereka bahagia?
Atau sebaliknya, Ibu belum mampu melupakan suami yang telah menghadap sang Pencipta, bahkan mungkin tidak akan pernah terlupa untuk selamanya. Sebab, kehadiran kedua buah hati selalu menjadi cermin yang membuat sweet memory Ibu terhadap suami selalu ada. Kalaupun teman dekat Ibu sangat pengertian, bisa bersikap dewasa, apakah anak-anak bisa menerima kehadirannya dengan tulus ikhlas?
Dampak perkawinan terhadap kondisi psikis anak-anak sangat bergantung berbagai faktor,Bu. Bila saat ini mereka merasa tidak nyaman dan kehadiran orang ketiga bisa memberikan yang lebih baik, mungkin hal itu akan berdampak positif.
Namun, bila anak sudah bisa menerima keadaan dan happy dengan situasi saat ini, sedangkan orang lain yang hadir tidak bisa memahami mereka, bisa jadi anak-anak tambah stress.
Hidup ini pilihan, Bu. Sedikit ulasan dan bahan pertenungan di atas mudah-mudahan bisa membantu Ibu mengambil pilihan hidup terbaik, bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri, tapi juga kebahagiaan anak-anak. Bagaimanapun, mereka adalah belahan jiwa Ibu. Bila anak bahagia, Ibu akan hidup damai. Selamat menentukan masa depan terbaik, Bu. Ibu bijaksana dambaan setiap anak.
Sehingga, dikala ada secercah sinar mentari, gairah hidup kembali bersemangat dan berbagai impian baru datang menyapa. Sepertinya, Ibu sedang bertemu “teman” yang bisa mengembuskan motivasi dan memberi warna baru dalam kehidupan Ibu. Tetapi, ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum Ibu dan pasangan melangkah lebih jauh.
Pertama, tanyalah pada suara hati Ibu melalui pertenungan dan intriospeksi terdalam, apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan Ibu akan kehadirannya? Benarkah keinginan Ibu mewakili kebahagiaan anak-anak? Bukankah waktu Ibu memberikan informasi, sang buah hati terkesan belum siap ada orang lain yang menggantikan posisi ayahnya? Apakah calon pasangan siap menerima Ibu dengan kondisi yang ada? Bagaimana tanggapan kedua keluarga? Masih banyak hal lain yang mungkin Ibu lebih memahami.
Saat ini putra-putri Ibu sudah beranjak remaja. Mereka memasuki usia sensitive. Artinya, mereka peka terhadap perubahan, baik yang terjadi pada diri mereka, lingkungan, maupun keharmonisan keluarga. Saat ini mereka melihat Ibu sebagai sosok yang tegar, penuh kasih, dan perhatian. Apakah kehadiran “ayah” sambungan bisa membuat Ibu lebih memperhatikan, mengasihi, dan membuat mereka bahagia?
Atau sebaliknya, Ibu belum mampu melupakan suami yang telah menghadap sang Pencipta, bahkan mungkin tidak akan pernah terlupa untuk selamanya. Sebab, kehadiran kedua buah hati selalu menjadi cermin yang membuat sweet memory Ibu terhadap suami selalu ada. Kalaupun teman dekat Ibu sangat pengertian, bisa bersikap dewasa, apakah anak-anak bisa menerima kehadirannya dengan tulus ikhlas?
Dampak perkawinan terhadap kondisi psikis anak-anak sangat bergantung berbagai faktor,Bu. Bila saat ini mereka merasa tidak nyaman dan kehadiran orang ketiga bisa memberikan yang lebih baik, mungkin hal itu akan berdampak positif.
Namun, bila anak sudah bisa menerima keadaan dan happy dengan situasi saat ini, sedangkan orang lain yang hadir tidak bisa memahami mereka, bisa jadi anak-anak tambah stress.
Hidup ini pilihan, Bu. Sedikit ulasan dan bahan pertenungan di atas mudah-mudahan bisa membantu Ibu mengambil pilihan hidup terbaik, bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri, tapi juga kebahagiaan anak-anak. Bagaimanapun, mereka adalah belahan jiwa Ibu. Bila anak bahagia, Ibu akan hidup damai. Selamat menentukan masa depan terbaik, Bu. Ibu bijaksana dambaan setiap anak.
14 Mei 2009
Tips Menghilangkan Jamur Di Dalam Lemari
Biasanya lemari yang terbuat dari partikel papan (particle board) suka terdapat jamur yang menyebabkan isi di dalam lemari tidak sedap sehingga akibatnya baju yang ada di dalam lemari bau dan biasanya hal seperti ini terjadi pada saat musim hujan datang.
Karena jika hujan turun udara yang dihasilkan akan lembab. Kondisi seperti ini jangan sampai terjadi dengan lemari anda. Karena akan mengganggu baju-baju anda. Untuk itu, ada beberapa cara yang sangat mudah untuk menghilangkan jamur pada lemari.
Caranya:
Ambil kain bekas kemudian basahi kain tersebut dengan alkohol yang berkadar 70-80% secukupnya saja. Setelah itu bersihkan jamur yang menempel pada lemari anda dengan kain tersebut sampai benar-benar bersih. Tunggu sampai kering.
Setelah benar-benar kering ulangi kembali seperti yang di atas, jika masih ada ulangi kembali sampai jamur di dalam lemari hilang. Setelah jamurnya hilang berikan beberapa kamper atau kapur barus disudut-sudut lemari khususnya pada bagian dalam di mana tempat baju-baju anda diletakkan.
Karena jika hujan turun udara yang dihasilkan akan lembab. Kondisi seperti ini jangan sampai terjadi dengan lemari anda. Karena akan mengganggu baju-baju anda. Untuk itu, ada beberapa cara yang sangat mudah untuk menghilangkan jamur pada lemari.
Caranya:
Ambil kain bekas kemudian basahi kain tersebut dengan alkohol yang berkadar 70-80% secukupnya saja. Setelah itu bersihkan jamur yang menempel pada lemari anda dengan kain tersebut sampai benar-benar bersih. Tunggu sampai kering.
Setelah benar-benar kering ulangi kembali seperti yang di atas, jika masih ada ulangi kembali sampai jamur di dalam lemari hilang. Setelah jamurnya hilang berikan beberapa kamper atau kapur barus disudut-sudut lemari khususnya pada bagian dalam di mana tempat baju-baju anda diletakkan.
Trik Jitu Mencuri Hati Orang Tua
Kegiatan merayu adalah kekuatan kelembutan, soft power, sesuatu yang dahsyat, akan tetapi sekarang justru gampang sekali dilupakan di dunia yang semakin penuh persaingan dan tindak kekerasan. Merayu juga dikenal dngan banyak istilah lain, ada negosiasi, diplomasi atau pendekatan win-win solution.
Kekuatan kelembutan ini pernah diungkapkan Presiden SBY kepada Amerika Serikat, dan SBY menghimbau kepada negara adidaya itu untuk lebih mendahulukan kekuatan soft power daripada hard power dalam berinteraksi dengan negara lain. Mungkin (61 persen) responden ini mengikuti cara orang nomor satu di negara kita ini. Mereka menggunakan teknik soft power pada orang tua untuk mendapatkan uang saku tambahan (41 persen).
Salah satu yang melakukan trik ampuh itu adalah Rinianti anak SMAN-3 Palangka Raya. Anak bungsu dari lima saudara ini mengaku sering merayu ibunya ketika ingin uang saku tambahan. “Kalau mau jalan biasanya aku merayu mama dulu. Dengan cara rajin membersihkan rumah dan selalu menyiram tanaman kesayangannya. Kalau udah gitu, mama nggak bakalan nggak kasih aku uang jajan tambahan,” urai Rini.
Senada dengan Rini, Adel juga demikian. Rupanya Bunda Adel cukup nyaman dan enak untuk dirayu. “Makanya, hanya mijitin kaki atau tangannya atau bantuan masak di dapur mama pasti kasih apa yang aku mau”.
Ada yang gampang merauyu ada juga yang susah payah dulu. Seperti apa yang dialami oleh Indri anak SMAN-2 Palangka Raya. Kebetulan sang mama tipe orang yang tidak gampang untuk dirayu apalagi untuk membeli kebutuhan yang dianggap sang ibu tidak terlalu penting. Alhasil, Indri harus ekstra merayu sang mama.
“Waduhh…pokoknya mamaku itu orangnya rada susah untuk diajak kerjasama kalau masalah minta uang jajan tambahan. Alasan mama masih banyak kebutuhan penting lainnya yang harus diprioritaskan, makanya kalau minta uang jajan nggak nggak untuk keperluan sekolah nggak bakalan dikasih deh!” ungkap penyuka folm komedi ini. Wah…kalau begitu bagus tuh orang tuanya Indri, nggak gampang dirayu atau dibujuk sang anak untuk kepentingan yang tidak jelas.
Kekuatan kelembutan ini pernah diungkapkan Presiden SBY kepada Amerika Serikat, dan SBY menghimbau kepada negara adidaya itu untuk lebih mendahulukan kekuatan soft power daripada hard power dalam berinteraksi dengan negara lain. Mungkin (61 persen) responden ini mengikuti cara orang nomor satu di negara kita ini. Mereka menggunakan teknik soft power pada orang tua untuk mendapatkan uang saku tambahan (41 persen).
Salah satu yang melakukan trik ampuh itu adalah Rinianti anak SMAN-3 Palangka Raya. Anak bungsu dari lima saudara ini mengaku sering merayu ibunya ketika ingin uang saku tambahan. “Kalau mau jalan biasanya aku merayu mama dulu. Dengan cara rajin membersihkan rumah dan selalu menyiram tanaman kesayangannya. Kalau udah gitu, mama nggak bakalan nggak kasih aku uang jajan tambahan,” urai Rini.
Senada dengan Rini, Adel juga demikian. Rupanya Bunda Adel cukup nyaman dan enak untuk dirayu. “Makanya, hanya mijitin kaki atau tangannya atau bantuan masak di dapur mama pasti kasih apa yang aku mau”.
Ada yang gampang merauyu ada juga yang susah payah dulu. Seperti apa yang dialami oleh Indri anak SMAN-2 Palangka Raya. Kebetulan sang mama tipe orang yang tidak gampang untuk dirayu apalagi untuk membeli kebutuhan yang dianggap sang ibu tidak terlalu penting. Alhasil, Indri harus ekstra merayu sang mama.
“Waduhh…pokoknya mamaku itu orangnya rada susah untuk diajak kerjasama kalau masalah minta uang jajan tambahan. Alasan mama masih banyak kebutuhan penting lainnya yang harus diprioritaskan, makanya kalau minta uang jajan nggak nggak untuk keperluan sekolah nggak bakalan dikasih deh!” ungkap penyuka folm komedi ini. Wah…kalau begitu bagus tuh orang tuanya Indri, nggak gampang dirayu atau dibujuk sang anak untuk kepentingan yang tidak jelas.
9 Mei 2009
KEBERHASILAN USAHA
Apa yang membuat sebuah perusahaan berhasil?
Pengumpulan pendapat terbaru mengenai manajemen menghasilkan rating berikut :
• Sebuah prasangka terhadap tindakan lakukan, perbaikan, coba
• Bentuk sederhana dan staf sedikit
• Kontak yang berkesinambungan dengan konsumen
• Otonomi operasional untnk mendorong semangat usaha
• Tekanan pada nilai bisnis kunci
• Sikap BISA DILAKUKAN
• Komitmen untuk mencapai kepuasan konsumen
• Fleksibilitas dalam memenuhi permintaan khusus (dapatkah Anda mengirimkan hari ini’—“ya”, -“tidak”- “maaf”, truknya telah berangkat, terlalu sibuk”, dsb.)
• Tanggapan pada permintaan khusus
• Hal-hal yang amat baik (outsome) jika diperlukan
• Tempatkan hadiah pada jasa
• Memonitor aktivitas pesaing
• Menapak teknologi terbaru
• Menjadi yang terbaik
• Berpusat pada pelayanan konsumen
Mereka mungkin bisa juga akan menambahkan-‘tetaplah pada tema dasar’ atau ‘bisnis inti’ Jadilah yang paling lengkap
Buatlah bisnis Anda sebagai yang :
• Paling seksama
• Memiliki persediaan terbaik
• Memliki profil tertinggi
• Merupakan benchmark yang menjadi ukuran untuk bisnis saingan lain
Juga:
• Jangan hidup mengikuti kriteria—ciptakan kriteria itu!
• Desain produk Anda dengan lebih baik
• Tampilkan dengan lebih baik
• Sediakan instruksi yang lebih baik
• Sediakan pendukung penjualan yang lebih baik
Manajemen Waktu
“Saya harap saya memperoleh waktu, untuk mengikuti Kursus Ma¬najemen Waktu”
1. Manajemen waktu memiliki tiga komponen—kebutuhan untuk :
• prioritas yang mapan
• menggunakan penjadwalan atau pemrograman yang realitas
• belajar membuat keputusan dasar dan bertindak sesuai keputasan tersebut
2. Manajemen waktu yang efektif mengenai :
• merencanakan dan menyusun prioritas
• apa hal paling penting untuk dilakukan hari ini?
• Apa yang harus dikerjakan hari ini?
• Daftarkan sesuai urutannya dalam agenda harian atau selembar kertas
• Dan kerjakan sesuai urutannya
3. Mengelola prioritas
Klasifikasikan tugas-tugas dalam kelompok, seperti :
Kategori A—prioritas utama, memerlukan perhatian pribadi Anda
Kategori B—penting, namun bukan prioritas utama
Kategori C—dapat dikerjakan setelah selesai dengan kategori A dan B
Kategori D—delegasikan pada orang lain
4. Banyak manajer bisnis kecil menganggap penting hal-hal :
• Membuka surat
• Mengerjakan pekerjaan sehubungan dengan kegiatan perbankan sehari-hari
• Hal-hal ini merupakan bagian dari hal-hal biasa yang dapat dan sebaiknya didelegasikan pada seorang yang bertanggung jawab mengenai administrasi
5. Alokasikan waktu rutin setiap hari untuk tugas-tugas tertentu, contohnya :
• Rapat-rapat
• Wawancara
• Korespondensi
• Percakapan telepon—masuk dan keluar
6. Apakah Anda proaktif atau reaktif?
• Apakah Anda menghabiskan waktu memadamkan api? (reaktif)
• Atau mengisi waktu merencanakan dan mencapai target? (proaktif)
7. Tetap terfokus
Tataplah pada tugas yang menjadi prioritas- jangan terkecoh menger¬jakan hal lain
• Tangani dokumen-dokumen sekali saja
• Putuskan tindakan yang diminta dan bertindaklah menurut keputusan itu
• Jangan menangani dokumen setiap hari selama berminggu-minggu
Keberhasilan adalah Mengenai Pengembangan Kualitas Pelayanan. Ini menyangkut:
• Dapat dipercaya dapat diandalkan dan konsisten
• Responsif berkemauan dan sigap
• Kompeten keterampilan dan pengetahuan
• Akses mudah dicapai
• Sopan santun, sopan, penuh perhatian, hormat , bersahabat
• Komunikasi, mudah dimengerti dan dihubungi
• Kredibilitas, jujur, dapat dan layak dipercaya
• Keamanan, tidak berbahaya, berisiko, atau meragukan
• Pemahaman, pengertian kebutuhan konsumen
• Nyata, bukti dari pelayanan
• Fokus, Fokus, Fokus
• Memenuhi Standar Kualitas Manajamen Total atau direncanakan untuk Memenuhi Tuntutan Tersebut
Resiko
• Tertawa berisiko tampak bodoh.
• Mengisak berisiko tampak sentimentil.
• Merggapai orang lain berisiko keterlibatan.
• Mengekspersikan perasaan beresiko menampilkan diri Anda yang sebenarnnya.
• Hidup berisiko kematian
• Berharap beresiko patah harapan
• Mencoba berisiko gagal
• Namun resiko harus diambil karena bahaya terbesar dalam hidup adalah tidak memiliki resiko
• Dirantai oleh kepastiannya, ia adalah seorang budak : ia telah mengorbankan kebebasannya.
• Hanya orang yang memiliki resikolah yang bebas.
Bagaimana Jika Kita Menaikkan Harga?
Banyak perusahaan menggunakan harga sebagai taktilk keberhasil¬an. Mereka menurunkan harga untuk menyaingi harga pesaing. Ini dapat menjadi siklus ganas yang mengurangi margin keutungan semua perusahaan.
Bagaimana jika perusahaan menaikkan harganya?
Staf penjalan mungkin akan memprotes betapa banyak bisnis akan dirugikan secara nyata hanya dalam semalam karena tidak menggunakan harga yang mengikuti pola ‘saya juga’
Bayangkan sebuah kasus hipotesis saat produk dijual $100 dengan variabel biaya $75 dan dengan demikian memiliki kontribusi margin 25%. Manajemen ingin menaikkan harga sebanyak 15%, melawan protes keras seluruh staf penjualan yang meyakinkan bahwa volume penjualan akan jatuh. Manajer penjualan dipanggil oleh manajemen untuk menghitung berapa banyak bisnis yang hilang dengan kenaikan harga yang diajukan, dan kemudian meminta tim penjualannya untuk menyediakan laporan perkiraan angkanya.
Pada saatnya, manajer penjualan menyampaikan manajemen bahwa rata-rata, volume penjualan akan jatuh sebanyak 22% dengan 15% kenaikan. Manajer memiliki angka untuk melakukan prakiraan sederhana.
Ia mengalikan harga (100). Dengan persentasi kenaikan harga (15) untuk hasil 1500. Ini dibagi persentase kontribusi (25). Ditambah persentase kenaikan harga (15), menghasilkan kenaikan harga hingga 40. Bagi 1500 dengan 40 dan hasilnya merupakan volume kehilangan kritis sebanyak 37,5%.
Jadi, penjualan akan turun sebesar 37,5% ; lebih dari perkiraan para staf penjualan, sebelum keuntungan dari kenaikan harga ini mencapai titik impas.
Ini berarti, penjualan perusahaan akan turun 37,5% sebelum keuntungan kenaikan harga itu mencapai titik impas.
RUMUSNYA ADALAH :
X = Penurunan atau kenaikan harga dalam persentase
C = Persentase kontribusi
100 kali X dibagi X + C = CVL ( critical volume loss = volume kehilangan kritis)
sebagai persamaan untuk mengukur kapan Anda ingin memotong harga,
100 kali X dibagi C - X = CVG ( volume perolehan kritis)
Citra
Kesan pertama sangat penting dan benar-benar diperhitungkan. Citra macam apa yang telah atau akan diproyeksikan oleh perusahaan atau produk baru Anda? Cara penampilan dan citrra perusahaan dan pro¬duk Anda dapat dan mungkin akan, memiliki efek yang penting dalam peningkatan penjualan.
• Apakah toko atau kios Anda memiliki KONSEP TOTAL?
• Bagaimana produk Anda dikemas?
• Dapatkah kemasan produk Anda diperbaiki
• Apakah bisnis anda memiliki brosur perusahaan yang menarik, yang dapat Anda berikan pada prospektif klien Anda?
• Apakah itu memaparkan pengalaman, ketrampilan, kualifikasi, produk, jasa, garansi, spesialisasi, fitur, keuntungan perusahaan Anda?
Pertimbangkan ini!
Saat-saat serang konsumen membuka surat atau menerima literaturr promosi dari perushaan Anda :
• Apakah itu ditampilkan secara baik pada kertas berkualitas dan tercetak baik?
• Apakah perusahaan dan produk Anda terwakili secara baik?
Saat seorang konsumen menerima invoice dari perusahaan Anda :
• Apakah mudah dibaca dan dimengerti?
• Apakah itu mudah dikenali di timbunan invoice lainnya?
• Apakah tampilannya mendorong konsumen untuk membayar?
Apakah Anda menggunakan daerah penerima tamu untuk :
• Menonjolkan dan memajang produk perusahaan Anda
• Memamerkan kualifikasi khusus
• Memamerkan penghargaan perdagangan dan industri
• Memajang literatur perusahaan
- Apa yang Anda dapat dengan menghadirkan citra yang lebih baik?
- Berapa yang harus Anda keluarkan untuk menghadirkan citra yangl ebih baik?
Pelajaran Dari Masa Lalu
Ini tahun 1973, apa yang akan Anda investasikan? Maukah penanam modal mendukung ide Anda?
• Toko komputer pribadi
• Tempat sampah plastik beroda
• Minuman botol
• Warung telekomunikasi
• Bengkel
• Bengkel spesialis
• Bisnis franchise
Mengapa ide-ide di atas berhasil?
• Fokus, nengidentifikasi kebutuhan pasar, da menyediakan kebutuhan itu dalam bentuk yang diterima konsumen
• Benang merah semua bisnis ini adalah beroperasi dalam produk spesialis yang dihantarkan dengan baik dan mudah diakses
Audit Pemasaran
Kuesioner awal
Anda sebenarnya ada dalam bisnis apa?
• Apa sasaran bisnis Anda?
• Apa sasaran pribadi Anda?
• Aria kekuatan bisnis Anda’
• Apa kelemahannya?
• Apa kesempatan yang dimilikinya?
• Apa ancaman yang ada sekarang dan di masa depan?
• Apakah bisnis Anda musiman?
• Apakah Anda menindaklanjuti konsumen dengan menanyakan apakah mereka cukup puas?
• Berapa penjualan rata-rata Anda sehari-hari?
• Apakah ada produk yang secara menonjol lebih mengun¬tungkan dari yang lain?
• Apakah ada produk yang secara menonjol kurang mengun¬tungkan?
• Apa isu kritis yang sekarang ini mempengaruhi bisnis Anda?
• Periklanan?
• Promosi?
• Distribusi?
• Pelayanan apa yang akan menjadi keuntungan khusus?
Apa yang membuat Anda kompetitif?
• Posisi?
• Harga?
• Perhatian?
• Kualitas?
• Keunikan?
• Pengalaman?
• Kontak?
• Jangka waktu pembayaran?
• Garansi?
Pertimbangan lain :
• Apa yang mernbuat para pesaing Anda menonjol?
• Siapa yang memerlukan Anda?
• Bagaimana konsumen menilai Anda?
• Bagaimana konsumen menilai para pesaing Anda?
• Apakah Anda menawarkan potongan harga?
• Apakah produk baru yang dapat Anda tawarkan? Apa saja?
Periklanan —10 butir Kiat
• Apa yang Anda iklankan?
• Apa yang seharusnya menjadi pesan sentral?
• Apakah iklan kooperatifnya sesuai?
• Haruskah anda menggunakan iklan yang sama di semua media?
• Apakah iklan itu menarik dan menahan perhatian?
• Apakah iklan itu memiliki headline yang menarik?
• BARU, GRATIS adalah kak-kata yang bagus untuk digu¬nakan pada salinan Anda.
• Beberapa foto dan garnhar menambah daya tarik.
• Pemilihan media sangat penting.
• Promosi integral apa yang dapat Anda lakukan sabagai pendukung?
Aturan lama
Kontak terbaik dengan pembeli potensial adalah kontak personal.
Aturan Baru
Kontak terbaik dengan pembeli adalah kontak yang efektif.
Inovasi
Inovasi yang membuat perubahan pada struktur industri efektif khususnya jika industri jika industri dan pasarnya di’dominasi oleh satu pro¬dusen atau supplier yang sangat besar, atau oleh hanya sedikit produsen saja. Bahkan jika bukan benar-benar merupakan monopoli, produsen dan supplier besar dan dominan ini telah mengalami sukses dan tak tertandingi selama bertahun-tahun, cenderung menjadi arogan.
Di mana Anda Akan Bertemu?
Anda akan pergi ke kota yang asing dan baru untuk menemui orang¬-orang, untuk pertama kalinya, yang tertarik untuk berbisnis dengan Anda.
Sebagai seorang pengusaha, seperti biasa, Anda memiliki sedikit uang dan tidak mampu menginap di hotel bintang lima—tingga Anda menginap di sebuah motel murah di daerah pinggiran.
Orang-orang yang akan Anda temuii untuk pertama kalinya bisa jadi sangat penting untuk bisnis Anda dan merupakan keharusan bagi Anda untuk membawakan ‘kesan yang tepat’ pada pertemuan ini. Jelaslah bahwa orang-orang yang akan Anda temui juga akan meng¬ukur Anda, dan akan meninggalkan pertemuan kali ini dengan me-nyimpan kesan yang baru saja didapat.
Pengumpulan pendapat terbaru mengenai manajemen menghasilkan rating berikut :
• Sebuah prasangka terhadap tindakan lakukan, perbaikan, coba
• Bentuk sederhana dan staf sedikit
• Kontak yang berkesinambungan dengan konsumen
• Otonomi operasional untnk mendorong semangat usaha
• Tekanan pada nilai bisnis kunci
• Sikap BISA DILAKUKAN
• Komitmen untuk mencapai kepuasan konsumen
• Fleksibilitas dalam memenuhi permintaan khusus (dapatkah Anda mengirimkan hari ini’—“ya”, -“tidak”- “maaf”, truknya telah berangkat, terlalu sibuk”, dsb.)
• Tanggapan pada permintaan khusus
• Hal-hal yang amat baik (outsome) jika diperlukan
• Tempatkan hadiah pada jasa
• Memonitor aktivitas pesaing
• Menapak teknologi terbaru
• Menjadi yang terbaik
• Berpusat pada pelayanan konsumen
Mereka mungkin bisa juga akan menambahkan-‘tetaplah pada tema dasar’ atau ‘bisnis inti’ Jadilah yang paling lengkap
Buatlah bisnis Anda sebagai yang :
• Paling seksama
• Memiliki persediaan terbaik
• Memliki profil tertinggi
• Merupakan benchmark yang menjadi ukuran untuk bisnis saingan lain
Juga:
• Jangan hidup mengikuti kriteria—ciptakan kriteria itu!
• Desain produk Anda dengan lebih baik
• Tampilkan dengan lebih baik
• Sediakan instruksi yang lebih baik
• Sediakan pendukung penjualan yang lebih baik
Manajemen Waktu
“Saya harap saya memperoleh waktu, untuk mengikuti Kursus Ma¬najemen Waktu”
1. Manajemen waktu memiliki tiga komponen—kebutuhan untuk :
• prioritas yang mapan
• menggunakan penjadwalan atau pemrograman yang realitas
• belajar membuat keputusan dasar dan bertindak sesuai keputasan tersebut
2. Manajemen waktu yang efektif mengenai :
• merencanakan dan menyusun prioritas
• apa hal paling penting untuk dilakukan hari ini?
• Apa yang harus dikerjakan hari ini?
• Daftarkan sesuai urutannya dalam agenda harian atau selembar kertas
• Dan kerjakan sesuai urutannya
3. Mengelola prioritas
Klasifikasikan tugas-tugas dalam kelompok, seperti :
Kategori A—prioritas utama, memerlukan perhatian pribadi Anda
Kategori B—penting, namun bukan prioritas utama
Kategori C—dapat dikerjakan setelah selesai dengan kategori A dan B
Kategori D—delegasikan pada orang lain
4. Banyak manajer bisnis kecil menganggap penting hal-hal :
• Membuka surat
• Mengerjakan pekerjaan sehubungan dengan kegiatan perbankan sehari-hari
• Hal-hal ini merupakan bagian dari hal-hal biasa yang dapat dan sebaiknya didelegasikan pada seorang yang bertanggung jawab mengenai administrasi
5. Alokasikan waktu rutin setiap hari untuk tugas-tugas tertentu, contohnya :
• Rapat-rapat
• Wawancara
• Korespondensi
• Percakapan telepon—masuk dan keluar
6. Apakah Anda proaktif atau reaktif?
• Apakah Anda menghabiskan waktu memadamkan api? (reaktif)
• Atau mengisi waktu merencanakan dan mencapai target? (proaktif)
7. Tetap terfokus
Tataplah pada tugas yang menjadi prioritas- jangan terkecoh menger¬jakan hal lain
• Tangani dokumen-dokumen sekali saja
• Putuskan tindakan yang diminta dan bertindaklah menurut keputusan itu
• Jangan menangani dokumen setiap hari selama berminggu-minggu
Keberhasilan adalah Mengenai Pengembangan Kualitas Pelayanan. Ini menyangkut:
• Dapat dipercaya dapat diandalkan dan konsisten
• Responsif berkemauan dan sigap
• Kompeten keterampilan dan pengetahuan
• Akses mudah dicapai
• Sopan santun, sopan, penuh perhatian, hormat , bersahabat
• Komunikasi, mudah dimengerti dan dihubungi
• Kredibilitas, jujur, dapat dan layak dipercaya
• Keamanan, tidak berbahaya, berisiko, atau meragukan
• Pemahaman, pengertian kebutuhan konsumen
• Nyata, bukti dari pelayanan
• Fokus, Fokus, Fokus
• Memenuhi Standar Kualitas Manajamen Total atau direncanakan untuk Memenuhi Tuntutan Tersebut
Resiko
• Tertawa berisiko tampak bodoh.
• Mengisak berisiko tampak sentimentil.
• Merggapai orang lain berisiko keterlibatan.
• Mengekspersikan perasaan beresiko menampilkan diri Anda yang sebenarnnya.
• Hidup berisiko kematian
• Berharap beresiko patah harapan
• Mencoba berisiko gagal
• Namun resiko harus diambil karena bahaya terbesar dalam hidup adalah tidak memiliki resiko
• Dirantai oleh kepastiannya, ia adalah seorang budak : ia telah mengorbankan kebebasannya.
• Hanya orang yang memiliki resikolah yang bebas.
Bagaimana Jika Kita Menaikkan Harga?
Banyak perusahaan menggunakan harga sebagai taktilk keberhasil¬an. Mereka menurunkan harga untuk menyaingi harga pesaing. Ini dapat menjadi siklus ganas yang mengurangi margin keutungan semua perusahaan.
Bagaimana jika perusahaan menaikkan harganya?
Staf penjalan mungkin akan memprotes betapa banyak bisnis akan dirugikan secara nyata hanya dalam semalam karena tidak menggunakan harga yang mengikuti pola ‘saya juga’
Bayangkan sebuah kasus hipotesis saat produk dijual $100 dengan variabel biaya $75 dan dengan demikian memiliki kontribusi margin 25%. Manajemen ingin menaikkan harga sebanyak 15%, melawan protes keras seluruh staf penjualan yang meyakinkan bahwa volume penjualan akan jatuh. Manajer penjualan dipanggil oleh manajemen untuk menghitung berapa banyak bisnis yang hilang dengan kenaikan harga yang diajukan, dan kemudian meminta tim penjualannya untuk menyediakan laporan perkiraan angkanya.
Pada saatnya, manajer penjualan menyampaikan manajemen bahwa rata-rata, volume penjualan akan jatuh sebanyak 22% dengan 15% kenaikan. Manajer memiliki angka untuk melakukan prakiraan sederhana.
Ia mengalikan harga (100). Dengan persentasi kenaikan harga (15) untuk hasil 1500. Ini dibagi persentase kontribusi (25). Ditambah persentase kenaikan harga (15), menghasilkan kenaikan harga hingga 40. Bagi 1500 dengan 40 dan hasilnya merupakan volume kehilangan kritis sebanyak 37,5%.
Jadi, penjualan akan turun sebesar 37,5% ; lebih dari perkiraan para staf penjualan, sebelum keuntungan dari kenaikan harga ini mencapai titik impas.
Ini berarti, penjualan perusahaan akan turun 37,5% sebelum keuntungan kenaikan harga itu mencapai titik impas.
RUMUSNYA ADALAH :
X = Penurunan atau kenaikan harga dalam persentase
C = Persentase kontribusi
100 kali X dibagi X + C = CVL ( critical volume loss = volume kehilangan kritis)
sebagai persamaan untuk mengukur kapan Anda ingin memotong harga,
100 kali X dibagi C - X = CVG ( volume perolehan kritis)
Citra
Kesan pertama sangat penting dan benar-benar diperhitungkan. Citra macam apa yang telah atau akan diproyeksikan oleh perusahaan atau produk baru Anda? Cara penampilan dan citrra perusahaan dan pro¬duk Anda dapat dan mungkin akan, memiliki efek yang penting dalam peningkatan penjualan.
• Apakah toko atau kios Anda memiliki KONSEP TOTAL?
• Bagaimana produk Anda dikemas?
• Dapatkah kemasan produk Anda diperbaiki
• Apakah bisnis anda memiliki brosur perusahaan yang menarik, yang dapat Anda berikan pada prospektif klien Anda?
• Apakah itu memaparkan pengalaman, ketrampilan, kualifikasi, produk, jasa, garansi, spesialisasi, fitur, keuntungan perusahaan Anda?
Pertimbangkan ini!
Saat-saat serang konsumen membuka surat atau menerima literaturr promosi dari perushaan Anda :
• Apakah itu ditampilkan secara baik pada kertas berkualitas dan tercetak baik?
• Apakah perusahaan dan produk Anda terwakili secara baik?
Saat seorang konsumen menerima invoice dari perusahaan Anda :
• Apakah mudah dibaca dan dimengerti?
• Apakah itu mudah dikenali di timbunan invoice lainnya?
• Apakah tampilannya mendorong konsumen untuk membayar?
Apakah Anda menggunakan daerah penerima tamu untuk :
• Menonjolkan dan memajang produk perusahaan Anda
• Memamerkan kualifikasi khusus
• Memamerkan penghargaan perdagangan dan industri
• Memajang literatur perusahaan
- Apa yang Anda dapat dengan menghadirkan citra yang lebih baik?
- Berapa yang harus Anda keluarkan untuk menghadirkan citra yangl ebih baik?
Pelajaran Dari Masa Lalu
Ini tahun 1973, apa yang akan Anda investasikan? Maukah penanam modal mendukung ide Anda?
• Toko komputer pribadi
• Tempat sampah plastik beroda
• Minuman botol
• Warung telekomunikasi
• Bengkel
• Bengkel spesialis
• Bisnis franchise
Mengapa ide-ide di atas berhasil?
• Fokus, nengidentifikasi kebutuhan pasar, da menyediakan kebutuhan itu dalam bentuk yang diterima konsumen
• Benang merah semua bisnis ini adalah beroperasi dalam produk spesialis yang dihantarkan dengan baik dan mudah diakses
Audit Pemasaran
Kuesioner awal
Anda sebenarnya ada dalam bisnis apa?
• Apa sasaran bisnis Anda?
• Apa sasaran pribadi Anda?
• Aria kekuatan bisnis Anda’
• Apa kelemahannya?
• Apa kesempatan yang dimilikinya?
• Apa ancaman yang ada sekarang dan di masa depan?
• Apakah bisnis Anda musiman?
• Apakah Anda menindaklanjuti konsumen dengan menanyakan apakah mereka cukup puas?
• Berapa penjualan rata-rata Anda sehari-hari?
• Apakah ada produk yang secara menonjol lebih mengun¬tungkan dari yang lain?
• Apakah ada produk yang secara menonjol kurang mengun¬tungkan?
• Apa isu kritis yang sekarang ini mempengaruhi bisnis Anda?
• Periklanan?
• Promosi?
• Distribusi?
• Pelayanan apa yang akan menjadi keuntungan khusus?
Apa yang membuat Anda kompetitif?
• Posisi?
• Harga?
• Perhatian?
• Kualitas?
• Keunikan?
• Pengalaman?
• Kontak?
• Jangka waktu pembayaran?
• Garansi?
Pertimbangan lain :
• Apa yang mernbuat para pesaing Anda menonjol?
• Siapa yang memerlukan Anda?
• Bagaimana konsumen menilai Anda?
• Bagaimana konsumen menilai para pesaing Anda?
• Apakah Anda menawarkan potongan harga?
• Apakah produk baru yang dapat Anda tawarkan? Apa saja?
Periklanan —10 butir Kiat
• Apa yang Anda iklankan?
• Apa yang seharusnya menjadi pesan sentral?
• Apakah iklan kooperatifnya sesuai?
• Haruskah anda menggunakan iklan yang sama di semua media?
• Apakah iklan itu menarik dan menahan perhatian?
• Apakah iklan itu memiliki headline yang menarik?
• BARU, GRATIS adalah kak-kata yang bagus untuk digu¬nakan pada salinan Anda.
• Beberapa foto dan garnhar menambah daya tarik.
• Pemilihan media sangat penting.
• Promosi integral apa yang dapat Anda lakukan sabagai pendukung?
Aturan lama
Kontak terbaik dengan pembeli potensial adalah kontak personal.
Aturan Baru
Kontak terbaik dengan pembeli adalah kontak yang efektif.
Inovasi
Inovasi yang membuat perubahan pada struktur industri efektif khususnya jika industri jika industri dan pasarnya di’dominasi oleh satu pro¬dusen atau supplier yang sangat besar, atau oleh hanya sedikit produsen saja. Bahkan jika bukan benar-benar merupakan monopoli, produsen dan supplier besar dan dominan ini telah mengalami sukses dan tak tertandingi selama bertahun-tahun, cenderung menjadi arogan.
Di mana Anda Akan Bertemu?
Anda akan pergi ke kota yang asing dan baru untuk menemui orang¬-orang, untuk pertama kalinya, yang tertarik untuk berbisnis dengan Anda.
Sebagai seorang pengusaha, seperti biasa, Anda memiliki sedikit uang dan tidak mampu menginap di hotel bintang lima—tingga Anda menginap di sebuah motel murah di daerah pinggiran.
Orang-orang yang akan Anda temuii untuk pertama kalinya bisa jadi sangat penting untuk bisnis Anda dan merupakan keharusan bagi Anda untuk membawakan ‘kesan yang tepat’ pada pertemuan ini. Jelaslah bahwa orang-orang yang akan Anda temui juga akan meng¬ukur Anda, dan akan meninggalkan pertemuan kali ini dengan me-nyimpan kesan yang baru saja didapat.
KREATIVITAS TAK PERNAH HENTI
Kalau Anda berani tanpil beda,
itu berarti Anda memiliki jiwa entrepreneur
KUTIPAN di atas, sangat mungkin, mengundang senyum meremehkan. Masa, berbeda saja, sampai menjadi ciri jiwa enterpreneur. Kalimat itu terasa berlebihan. Pembaca, entrepreneur sendiri adalah dunia yang unik. Itu sebabnya, mengapa entrepreneur atau wirausahawan dituntut untuk selalu kreatif setiap saat. Dengan kreativitasnya, tak mustahil akan terbukti bahwa ía betul-betul memiliki citra kemandirian yang memukau banyak orang. Karenanya, ia pantas dikagumi, dan selanjutnya diikuti.
Menjadi entrepreneur kreatif di saat krisis ekonomi, tentu saja tantangan yang sangat berat. Siapa saja yang mencoba terjun menjadi entrepreneur kreatif, ia harus bekerja 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Ini masih harus dijalankan sedikitnya untuk kurun waktu sekitar dua tahun pertama. Sebuah babak baru yang berat, berjuang tanpa henti dengan berbagai tekanan fisik maupun psikis.
Bisnis modern? Apalagi! Ia boleh dikatakan, mustahil bisa eksis dan berkembang tanpa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru pada setiap harinya. Berpikirlah kreatif setiap hari. Dari mana ia datang? Dari mana saja, dari siapa saja. Interaksi sosial Anda, menjadi stimulan munculnya ide inovatif. Memang, tak mudah melahirkan sesuatu yang orisinal atau sama sekali baru. Bisa saja, ia adalah kombinasi “sentuhan baru” pada karya-karya yang sudah ada. Kesan, aksentuasi disain, modifikasi, adalah bagian dari proses kreatif.
Milik siapakah kemampuan ini? Apakah ini hanya dimiliki pribadi tertentu? Tegas, kami nyatakan: tidak. Pada dasarnya, kita semua kreatif. Tentu saja, dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda.
Kemampuan kreatif itu terdistribusi hampir secara universal kepada seluruh umat di muka bumi ini. Kreativitas, bak sebuah mata air, jangan biarkan sumbernya mengering. Agar tetap berair, gali terus, agar “mata air kreativitas” kita tetap berair.
Kreativitas: Keharusan dalam Kewirausahaan
Jangan terpaku saja melihat gemerlap perubahan! Anda, satu di antara sekian orang yang sanggup menghadirkan hal baru! Pikirkanlah hal ini sebagai kebiasaan. Karena Anda hidup dalam abad kreativitas. Kreatif adalah, kunci memenangkan kompetisi. Ada banyak konsep kreativitas. Salah satunya, mengambil inspirasi dari dunia musik, tepatnya, musik jazz. Dalam musik jazz, ada istilah jam session, saat pemusik tidak memainkan lagu tertentu, tapi alat musiknya mengalunkan paduan nada tanpa terikat lagu, bebas-mengalir saja. Jamming, menjadi inspirasi John Kao menuangkan teorinya dalam buku yang sudah beredar dalam bahasa Indonesia, “Jamming: Seni dan Disiplin Kreativitas Bisnis”.
Kalau jamming bisa menggelitik telinga dengan alunan musik indah, bisnis pun, amat mungkin mengambil langkah alternatif di luar yang biasa berlaku. Hasilnya, seperti jamming dalam jazz, tetap “berirama dan enak didengar”. Begitulah analogi teori Kao dalam dunia bisnis.
Jamming dalam bisnis, adalah ikhtiar kreatif. Ada imajinasi, totalitas berkreativitas, menyerap pendar-pendar inspirasi dari mana-mana. Dari sana tercipta ide-ide kreatif dalam pengembangan bisnis. Siapa “sparing partner” seorang wirausahawan dalam mengeksplotasi gagasan kreatifnya? Ia bisa sesama wirausahawan, meskipun tak ada salahnya dengan orang lain yang sangat berbeda dunia kerja (bukan wirausahawan).
Bekerja “serba rutin”, “manut pakem”, di level pengambilan keputusan tertinggi, terutama sebagai pusat penyikapan terhadap realitas bisnis, diyakini merupakan sebuah sikap berbahaya bagi keberlangsungan usaha. Rutinitas, pakem-pakem itu, menjadi belenggu bagi kemajuan. Namun begitu, jangan salah memaknainya. Manajemen kreativitas, bukan “anti aturan”. Aturan tertentu, harus tetap ada, tetapi keberadaannya tidak memasung kreativitas. Ada yang “ekstrim” dalam kasus pembaharuan ini. Misalnya, produsen piranti keras komputer yang mendunia, Intell. Intell, secara berkala selalu menghancurkan produk lama mereka setelah memproduksi produk baru hasil kreativitas timnya. Langkah yang serupa, meskipun “tak sengaja” dialami perusahaan Unilever. Begitu produk barunya muncul, produk lama Unilever “otomatis” dikalahkan produk barunya sendiri.
Kalau ada contoh Intell dan Unilever di bagian ini, dua dari sekian big corporate dunia, sejatinya kreativitas tidak menjadi monopoli korporat besar. Dalam sektor usaha kecil pun, ide kreatif muncul dari perenungan dan perbincangan akan hal-hal yang tak pernah terpikirkan. Justru dalam usaha kecillah, kreativitas seharusnya lebih berkembang, karena biasanya usaha kecil, punya sumber daya insani tak banyak. Ini poin lebih sehingga usaha kecil relatif lebih kompak orang-orangnya, sehingga transfer kreativitas baru bisa lekas merata. Dalam usaha berskala kecil transfer kreativitas lebih pendek jalurnya. Seorang inovator dalam tempo pendek ia bisa langsung mentransfer temuan barunya kepada semua orang yang bekerja bersamanya. Bukan mustahil, proses mentransfer temuan baru itu, sekaligus bisa memicu tumbuhnya kreativitas.
Luwes Menyikapi Peluang
Jika Anda termasuk dalam golongan orang yang selalu ingin tahu, kemudian dapat melihat suatu peristiwa dan pengalaman untuk dijadikan sebuah peluang, di mana orang lain tidak melihatnya, kemudian memiliki keberanian berpikir kreatif dan inovatif, bersiaplah Anda untuk menjadi entrepreneur.
Banyak contoh yang dapat memberikan gambaran kepada kita, bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dilakukan wirausahawan. Keluarkan semua ide atau gagasan Anda, jangan takut diremehkan atau dihina orang. ‘Ide gila” yang Anda sampaikan, boleh jadi suatu waktu akan mengundang kekaguman banyak orang. Begitu Anda mulai menuai sukses, barulah orang akan berguman, “Mengapa itu tak terpikirkan oleh saya sejak dulu, ya?”
Kalau Anda berani tampil beda, itu berarti Anda berjiwa entrepreneur. Saya setuju pendapat yang mengatakan, keberhasilan entrepreneur ibarat kesabaran dan ketenangan seorang aktor akrobatik meniti tambang tipis hingga sampai ke tujuan. Ia tidak menghabiskan waktunya dengan perasaan khawatir, tapi konsentrasinya tertuju pada tujuannya. Tak kalah pentingnya, jangan malu akan kesalahan yang kita buat. Seorang entrepreneur memang tidak menyukai kesalahan, tapi ia tetap akan menerimanya sepanjang hal itu dapat memberikan pelajaran berharga. Ia harus mampu meloloskan diri dari situasi-situasi yang hampir mustahil bisa diatasi. Dalam era global sekarang ini, kegiatan usaha yang kita jalankan hampir 90% justru tidak sesuai rencana.
Karena itu, kita harus luwes dengan rencana yang telah kita buat. Bersiaplah berpindah dari satu rencana ke rencana lainnya. Seorang entrepreneur juga tidak boleh mudah berputus asa. Ia harus yakin dengan kreativitasnya. Selalu ada jalan yang tidak pernah terbayang sebelumnya.
Proses Kreatif Berwirausaha
Kita berani berpikir kreatif.
Itu berarti kita sudah berani mengambil risiko
SALAH satu tugas kita sebagai pengusaha, selain memiliki ketrampilan interpersonal, leadership, dan managerial, juga harus mampu melakukan tugas kreatif. Kreativitaslah, unsur penting eksis dan berkembangnya sebuah usaha. bagi entrepreneur, seolah tiada hari tanpa kreativitas. Saatnya kita terus kreatif. Apalagi, kalau di bagian sebelumnya, kerap disebut-sebut angka luar biasa pertumbuhan kewirausahaan di Amerika Serikat, di Indonesia sendiri, keragaman usaha maupun jumlah wirausahawannya, belum sebanyak di Amerika Serikat ataupun di negara lain.
Di Amerika Serikat misalnya, ada bisnis yang masih langka dan belum memasyarakat di Indonesia, yakni bisnis menyewakan pakaian dan perlengkapan bayi. Jadi sebenarnya banyak macam usaha yang bisa kita kerjakan, asal kita mau kreatif. Dalam hal apa saja, kita harus kreatif? Kreatiflah dalam beberapa hal, antara lain, memilih jenis usaha dan memilih waktu untuk memulainya.
Maka, jangan ragu menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap unsurnya bisa kreatif. Jadikan setiap sudut, setiap suasana dalam usaha Anda, kondusif bagi munculnya ide-ide kreatif. Kreativitas itu sendiri, memang memerlukan proses, yakni proses kreatif. Jadi pada awalnya, untuk kreatif itu perlu persiapan, meski secara tidak formal. Tinggal, bagaimana kita sendiri membuat suasana kerja itu kreatif.
Dalam prosesnya, ternyata kreatif itu juga membutuhkan konsentrasi kita. Padahal, yang kerap terjadi, saat kita melakukan konsentrasi, malah menemui jalan buntu. Akibatnya, kita tak bisa berbuat apa-apa, dan berangsur-angsur menjadi frustrasi. Dan, sebenarnya frustasi itu merupakan bagian dari proses kreatif itu sendiri.
Dalam kondisi inilah, menurut saya, sebaiknya kita tidak menyerah atau putus asa. Jangan berhenti sampai di situ. Yakinlah, pada saatnya, wawasan atau iluminasi akan muncul. Kemudian, kita melewati proses kreatif berikutnya: inkubasi atau pengendapan masuk ke dalam alam bawah sadar. Pada saatnya, yaitu pada kondisi yang tidak disengaja, bisa saja muncul iluminasi itu artinya ide kreatif telah kita temukan.
Langkah penting untuk ini, mengolah atau menjalankan ide kreatif menjadi konkret, demi kemajuan bisnis kita. Bahkan menurut kami, demi kepuasan pelanggan pun, perlu pendekatan kreatif. Kreatif, juga kata kunci dalam urusan mencari modal atau dana pengembangan usaha, peningkatan kegiatan produksi, perbaikan desain, pemasaran, dan lain sebagainya.
Orang kreatif, adalah orang yang berani mengambil risiko. Hanya tinggal seberapa besar sebenarnya kualitas kreativitas itu akan mempengaruhi risiko usaha yang dijalankan. Bahkan, seseorang yang berani berpikir kreatif, berarti dia sudah berani mengambil risiko. Kami pun yakin, hanya pengusaha yang berani mengambil risiko itulah yang usahanya dapat berkembang maju, baik untuk saat ini ataupun untuk masa depan.
itu berarti Anda memiliki jiwa entrepreneur
KUTIPAN di atas, sangat mungkin, mengundang senyum meremehkan. Masa, berbeda saja, sampai menjadi ciri jiwa enterpreneur. Kalimat itu terasa berlebihan. Pembaca, entrepreneur sendiri adalah dunia yang unik. Itu sebabnya, mengapa entrepreneur atau wirausahawan dituntut untuk selalu kreatif setiap saat. Dengan kreativitasnya, tak mustahil akan terbukti bahwa ía betul-betul memiliki citra kemandirian yang memukau banyak orang. Karenanya, ia pantas dikagumi, dan selanjutnya diikuti.
Menjadi entrepreneur kreatif di saat krisis ekonomi, tentu saja tantangan yang sangat berat. Siapa saja yang mencoba terjun menjadi entrepreneur kreatif, ia harus bekerja 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Ini masih harus dijalankan sedikitnya untuk kurun waktu sekitar dua tahun pertama. Sebuah babak baru yang berat, berjuang tanpa henti dengan berbagai tekanan fisik maupun psikis.
Bisnis modern? Apalagi! Ia boleh dikatakan, mustahil bisa eksis dan berkembang tanpa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru pada setiap harinya. Berpikirlah kreatif setiap hari. Dari mana ia datang? Dari mana saja, dari siapa saja. Interaksi sosial Anda, menjadi stimulan munculnya ide inovatif. Memang, tak mudah melahirkan sesuatu yang orisinal atau sama sekali baru. Bisa saja, ia adalah kombinasi “sentuhan baru” pada karya-karya yang sudah ada. Kesan, aksentuasi disain, modifikasi, adalah bagian dari proses kreatif.
Milik siapakah kemampuan ini? Apakah ini hanya dimiliki pribadi tertentu? Tegas, kami nyatakan: tidak. Pada dasarnya, kita semua kreatif. Tentu saja, dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda.
Kemampuan kreatif itu terdistribusi hampir secara universal kepada seluruh umat di muka bumi ini. Kreativitas, bak sebuah mata air, jangan biarkan sumbernya mengering. Agar tetap berair, gali terus, agar “mata air kreativitas” kita tetap berair.
Kreativitas: Keharusan dalam Kewirausahaan
Jangan terpaku saja melihat gemerlap perubahan! Anda, satu di antara sekian orang yang sanggup menghadirkan hal baru! Pikirkanlah hal ini sebagai kebiasaan. Karena Anda hidup dalam abad kreativitas. Kreatif adalah, kunci memenangkan kompetisi. Ada banyak konsep kreativitas. Salah satunya, mengambil inspirasi dari dunia musik, tepatnya, musik jazz. Dalam musik jazz, ada istilah jam session, saat pemusik tidak memainkan lagu tertentu, tapi alat musiknya mengalunkan paduan nada tanpa terikat lagu, bebas-mengalir saja. Jamming, menjadi inspirasi John Kao menuangkan teorinya dalam buku yang sudah beredar dalam bahasa Indonesia, “Jamming: Seni dan Disiplin Kreativitas Bisnis”.
Kalau jamming bisa menggelitik telinga dengan alunan musik indah, bisnis pun, amat mungkin mengambil langkah alternatif di luar yang biasa berlaku. Hasilnya, seperti jamming dalam jazz, tetap “berirama dan enak didengar”. Begitulah analogi teori Kao dalam dunia bisnis.
Jamming dalam bisnis, adalah ikhtiar kreatif. Ada imajinasi, totalitas berkreativitas, menyerap pendar-pendar inspirasi dari mana-mana. Dari sana tercipta ide-ide kreatif dalam pengembangan bisnis. Siapa “sparing partner” seorang wirausahawan dalam mengeksplotasi gagasan kreatifnya? Ia bisa sesama wirausahawan, meskipun tak ada salahnya dengan orang lain yang sangat berbeda dunia kerja (bukan wirausahawan).
Bekerja “serba rutin”, “manut pakem”, di level pengambilan keputusan tertinggi, terutama sebagai pusat penyikapan terhadap realitas bisnis, diyakini merupakan sebuah sikap berbahaya bagi keberlangsungan usaha. Rutinitas, pakem-pakem itu, menjadi belenggu bagi kemajuan. Namun begitu, jangan salah memaknainya. Manajemen kreativitas, bukan “anti aturan”. Aturan tertentu, harus tetap ada, tetapi keberadaannya tidak memasung kreativitas. Ada yang “ekstrim” dalam kasus pembaharuan ini. Misalnya, produsen piranti keras komputer yang mendunia, Intell. Intell, secara berkala selalu menghancurkan produk lama mereka setelah memproduksi produk baru hasil kreativitas timnya. Langkah yang serupa, meskipun “tak sengaja” dialami perusahaan Unilever. Begitu produk barunya muncul, produk lama Unilever “otomatis” dikalahkan produk barunya sendiri.
Kalau ada contoh Intell dan Unilever di bagian ini, dua dari sekian big corporate dunia, sejatinya kreativitas tidak menjadi monopoli korporat besar. Dalam sektor usaha kecil pun, ide kreatif muncul dari perenungan dan perbincangan akan hal-hal yang tak pernah terpikirkan. Justru dalam usaha kecillah, kreativitas seharusnya lebih berkembang, karena biasanya usaha kecil, punya sumber daya insani tak banyak. Ini poin lebih sehingga usaha kecil relatif lebih kompak orang-orangnya, sehingga transfer kreativitas baru bisa lekas merata. Dalam usaha berskala kecil transfer kreativitas lebih pendek jalurnya. Seorang inovator dalam tempo pendek ia bisa langsung mentransfer temuan barunya kepada semua orang yang bekerja bersamanya. Bukan mustahil, proses mentransfer temuan baru itu, sekaligus bisa memicu tumbuhnya kreativitas.
Luwes Menyikapi Peluang
Jika Anda termasuk dalam golongan orang yang selalu ingin tahu, kemudian dapat melihat suatu peristiwa dan pengalaman untuk dijadikan sebuah peluang, di mana orang lain tidak melihatnya, kemudian memiliki keberanian berpikir kreatif dan inovatif, bersiaplah Anda untuk menjadi entrepreneur.
Banyak contoh yang dapat memberikan gambaran kepada kita, bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dilakukan wirausahawan. Keluarkan semua ide atau gagasan Anda, jangan takut diremehkan atau dihina orang. ‘Ide gila” yang Anda sampaikan, boleh jadi suatu waktu akan mengundang kekaguman banyak orang. Begitu Anda mulai menuai sukses, barulah orang akan berguman, “Mengapa itu tak terpikirkan oleh saya sejak dulu, ya?”
Kalau Anda berani tampil beda, itu berarti Anda berjiwa entrepreneur. Saya setuju pendapat yang mengatakan, keberhasilan entrepreneur ibarat kesabaran dan ketenangan seorang aktor akrobatik meniti tambang tipis hingga sampai ke tujuan. Ia tidak menghabiskan waktunya dengan perasaan khawatir, tapi konsentrasinya tertuju pada tujuannya. Tak kalah pentingnya, jangan malu akan kesalahan yang kita buat. Seorang entrepreneur memang tidak menyukai kesalahan, tapi ia tetap akan menerimanya sepanjang hal itu dapat memberikan pelajaran berharga. Ia harus mampu meloloskan diri dari situasi-situasi yang hampir mustahil bisa diatasi. Dalam era global sekarang ini, kegiatan usaha yang kita jalankan hampir 90% justru tidak sesuai rencana.
Karena itu, kita harus luwes dengan rencana yang telah kita buat. Bersiaplah berpindah dari satu rencana ke rencana lainnya. Seorang entrepreneur juga tidak boleh mudah berputus asa. Ia harus yakin dengan kreativitasnya. Selalu ada jalan yang tidak pernah terbayang sebelumnya.
Proses Kreatif Berwirausaha
Kita berani berpikir kreatif.
Itu berarti kita sudah berani mengambil risiko
SALAH satu tugas kita sebagai pengusaha, selain memiliki ketrampilan interpersonal, leadership, dan managerial, juga harus mampu melakukan tugas kreatif. Kreativitaslah, unsur penting eksis dan berkembangnya sebuah usaha. bagi entrepreneur, seolah tiada hari tanpa kreativitas. Saatnya kita terus kreatif. Apalagi, kalau di bagian sebelumnya, kerap disebut-sebut angka luar biasa pertumbuhan kewirausahaan di Amerika Serikat, di Indonesia sendiri, keragaman usaha maupun jumlah wirausahawannya, belum sebanyak di Amerika Serikat ataupun di negara lain.
Di Amerika Serikat misalnya, ada bisnis yang masih langka dan belum memasyarakat di Indonesia, yakni bisnis menyewakan pakaian dan perlengkapan bayi. Jadi sebenarnya banyak macam usaha yang bisa kita kerjakan, asal kita mau kreatif. Dalam hal apa saja, kita harus kreatif? Kreatiflah dalam beberapa hal, antara lain, memilih jenis usaha dan memilih waktu untuk memulainya.
Maka, jangan ragu menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap unsurnya bisa kreatif. Jadikan setiap sudut, setiap suasana dalam usaha Anda, kondusif bagi munculnya ide-ide kreatif. Kreativitas itu sendiri, memang memerlukan proses, yakni proses kreatif. Jadi pada awalnya, untuk kreatif itu perlu persiapan, meski secara tidak formal. Tinggal, bagaimana kita sendiri membuat suasana kerja itu kreatif.
Dalam prosesnya, ternyata kreatif itu juga membutuhkan konsentrasi kita. Padahal, yang kerap terjadi, saat kita melakukan konsentrasi, malah menemui jalan buntu. Akibatnya, kita tak bisa berbuat apa-apa, dan berangsur-angsur menjadi frustrasi. Dan, sebenarnya frustasi itu merupakan bagian dari proses kreatif itu sendiri.
Dalam kondisi inilah, menurut saya, sebaiknya kita tidak menyerah atau putus asa. Jangan berhenti sampai di situ. Yakinlah, pada saatnya, wawasan atau iluminasi akan muncul. Kemudian, kita melewati proses kreatif berikutnya: inkubasi atau pengendapan masuk ke dalam alam bawah sadar. Pada saatnya, yaitu pada kondisi yang tidak disengaja, bisa saja muncul iluminasi itu artinya ide kreatif telah kita temukan.
Langkah penting untuk ini, mengolah atau menjalankan ide kreatif menjadi konkret, demi kemajuan bisnis kita. Bahkan menurut kami, demi kepuasan pelanggan pun, perlu pendekatan kreatif. Kreatif, juga kata kunci dalam urusan mencari modal atau dana pengembangan usaha, peningkatan kegiatan produksi, perbaikan desain, pemasaran, dan lain sebagainya.
Orang kreatif, adalah orang yang berani mengambil risiko. Hanya tinggal seberapa besar sebenarnya kualitas kreativitas itu akan mempengaruhi risiko usaha yang dijalankan. Bahkan, seseorang yang berani berpikir kreatif, berarti dia sudah berani mengambil risiko. Kami pun yakin, hanya pengusaha yang berani mengambil risiko itulah yang usahanya dapat berkembang maju, baik untuk saat ini ataupun untuk masa depan.
BERSIAPLAH UNTUK MENGHADAPI KEGAGALAN
Calon wirausahawan harus siap gagal. Fahamilah makna kegagalan. Tanpa faham filosofi itu, jangan berpikir mau mengambil jalan menjadi wirausaha. Alasannya, ada yang sukses dalam usahanya, ada yang belum berhasil. Pengusaha mengetahui bahwa kegagalan bukan akhir permainan dan tidak boleh takut mengalaminya. Ia menyadari dengan keberanian, bahwa bisa saja mengatasi sesuatu yang tidak mungkin untuk berhasil.
Menghadapi risiko, adalah gabungan kerja keras, kecerdikan, kehati-hatian, kecermatan membaca peluang dan kesiapan menghadapi kegagalan maupun keberhasilan. Happy ending sebuah ikhtiar adalah keberhasilan. Ini dicapai, tentu setelah melewati keberhasilan demi keberhasilan kecil, seperti keberhasilan menyingkirkan kesulitan dan bahaya. Proses ini dibangun dari kesungguhan melahirkan segenap potensi diri seorang wirausahawan. Dengan begitu, ia mengubah kekalahan menjadi kemenangan, sebuah proses yang kecil peluang pencapaiannya tanpa kesiapan mental menghadapi kegagalan. Kalau Anda termasuk yang tidak siap gagal, lebih baik jangan meniti jalan ini. Bahkan, mengimpikannya saja, jangan!
Setiap kegagalan adalah pelajaran yang mendorong pengusaha untuk mencoba pendekatan baru yang belum pemah dicoba sebelumnya. Bagi pengusaha sejati, Berani Gagal berarti Berani Belajar. Dengan gagal dan dengan belajar, pengusaha bertumbuh menjadi orang yang lebih baik dan belajar bagaimana menciptakan kekayaan sejati. Walaupun pengusaha kehilangan kekayaan materi yang telah mereka peroleh, mereka tahu bagaimana menciptakan semua kekayaan itu lagi. Pelajarannya tidak pemah hilang. Sebaliknya, mereka yang tidak pemah mengalami perjalanan yang sulit dan menemukan kekayaan dengan mudah, tidak akan tahu bagaimana menciptakan kekayaan ketika mereka kehilangan. Dengan kata lain, mereka yang tidak gagal tak akan tahu kekayaan sejati.
Gemerlap materi, pada komunitas bahkan kehidupan sosial yang serba benda (materialistis), lebih banyak memperoleh penilaian tinggi. Sebaliknya, siapa pun mengalami kegagalan, sudah mendapat stempel sosial sebagai manusia yang kehilangan harga. The looser dunia usaha, sering menjadi figur yang menghadapi titik balik sikap sosial terhadapnya. Dulu, saat masih jaya, ia banyak rekan dan kolega, setelah gagal dalam usahanya, hampir semua rekan dan kolega yang dulu mendukungnya, menebar senyum ramahnya, bahkan mengajak bermitra, hilang sudah! Akibat cara pandang seperti ini, banyak wirausahawan yang traumatik terhadap kegagalan. Ini, awal kematian benih-benih kewirausahaan. Semua pihak harus mengubah sikapnya: doronglah masyarakat menjadi pihak yang turut membangun keberanian banyak orang untuk respek terhadap ikhtiar orang meraih keberhasilan dalam bisnis. Gagal atau keberhasilan, bukan menjadi satu-satunya alasan menghargai atau meremehkan wirausahawan. Tentu, sembari tetap mentransfer sikap-sikap arif, bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran berharga. Seorang bijak berkata,sukses hanyalah pijakan terakhir dari tangga kegagalan.
Kita perlu menggalakkan orang untuk berani mengambil resiko. Hal ini membutuhkan pola pikir yang sangat berbeda. Untuk kita, itu berarti mengabaikan peraturan yang telah berlaku baik selama 30 tahun lebih (Lee Kuan Yew).
Yang Diperlukan Untuk Menghadapi Kegagalan
Ada banyak pembahasan tentang tips menghadapi kesuksesan. Tetapi bagi kami, sama pentingnya, menyiapkan sejumlah hal untuk menghadapi kegagalan! Billy P.S. Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan kepada peserta trainingnya tentang satu masalah menarik. Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?
Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah Dia tak dapat berenang. Yang hadir heran, karena Lim menyalahkan jawaban itu. Yang hadir mengira, Lim bercanda. Untuk menyakinkan mereka, Lim memberi contoh kejadian orang tenggelam di air sedalam tiga inci. Akhirnya, ia memberitahu jawabannya, yang akan ia berikan kepada Anda sekarang. Kami kutip pendapat Lim: Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain.
So? Berapa kali orang jatuh tak jadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali jatuh.
Ukurannya, Bangkit Lagi
Jangan ukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah ia dengan beberapa kali dia sanggup bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, tidak akan putus asa. Menyedihkan, mendengar bahwa banyak orang seperti mereka, setelah sekali dua kali gagal, memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenar-benarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi.
Apakah kualitas diri kita akan membantu bangkit kembali setelah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yang mesti saya sebutkan, karena kalau tidak, makna buku ini tidak sempuma.
Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Bakatpun tidak; Banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusanpun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikanpun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.
Ya, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dan batu, air sungai senantiasa menang bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh Anda jatuh tidak menjadi masalah, tetapi yang penting seberapa sering Anda bangkit kembali.
Apabila Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda. Seperti Thomas Alfa Edison, saat ditanya, bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General Electric ini menjawab,
Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.
Sungai Colorado mengalir tabah terus-menerus, melahirkan Grand Canyon. Charles Goodyear yang tekun, membuahkan ban yang memungkinkan kendaraaan melaju kencang. Tabahnya Wright bersaudara membuahkan pesawat terbang. Bethoven, mengisi dunia dengan musik inspiratif, John Milton membuahkan karya puisi indah yang menyejukkan hati, perempuan tuna netra yang tegar Helen Keller, memberikan harapan kepada semua orang cacat, ketabahan Abraham Lincoln membuatnya terpilih menjadi presiden. Dan, tentu, Thomas Alfa Edison, memberi kita cahaya listrik. Kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Kurang tabah merupakan salah satu alasan orang gagal dalam bisnis, politik, dan kehidupan pribadi.
Setiap orang sukses menyatakan bahwa kesuksesan hanya berada di luar ketika mereka yakin idenya akan berhasil (Dr. Napoleon Hill)
Menarik Hikmah, Jangan Menyerah
Anda tumbuh menjadi semakin dewasa dan bijaksana. Dulu Anda menanggung kegagalan secara pribadi. Ketika kulit Anda mulai berkerut sejalan dengan perjalanan usia, Anda cenderung belajar dari kesalahan - kesalahan Anda (Cheong Chonng Kong)
Secara sederhana, kegagalan adalah situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu yang positif. Jangan lupa bahwa Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total. Karena Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia (Eugenio Barba).
Mengantisipasi bencana sejak dini, karakteristik seorang entrepreneur. Jangan biarkan kebanggaan dan sentimen mempengaruhi keputusan-keputusan Anda. Sebuah gagasan gagal, adalah pelajaran ada saat untuk bangkit kembali untuk mengejar target-target Anda berikutnya.
Babe Ruth, pemain baseball terkenal, tidak hanya mencetak 714 home run, namun dia juga pernah luput (strike out) 1330 kali.
Ray Meyer, pelatih bola basket legendaris di DePaul University telah memimpin timnya memenangkan 37 musim, kompetisi. Saat timnya kalah, setelah kemenangannya yang ke-29, dia ditanya bagaimana perasaannya. Luar biasa! katanya. Sekarang kami dapat mengkonsentrasikan diri bagaimana memenangkan permainan daripada memikirkan kekalahan ini.
Kegagalan, jangan biarkan sebagai sesuatu yang final. Entrepreneur sejati, memandang kegagalan sebagai awal, batu loncatan untuk memperbaharui kinerja bisnis mereka di masa mendatang. Pemimpin tidak menghabiskan waktunya memikirkan kegagalan.
Untuk memicu kesiapan mental Anda, kita belajar dari cerita tentang seorang eksekutif IBM yang memiliki prospek cerah. Ia baru saja melakukan kesalahan transaksi yang merugikan perusahaan jutaan dollar. Thomas J. Watson, pendiri IBM, memanggil eksekutif muda itu ke kantornya. Spontan eksekutif itu berkata.
Saya tahu Anda pasti meminta saya mengundurkan diri, bukan?
Anda tidak perlu cemas. Kami baru saja mengeluarkan jutaan dolar untuk mendidik Anda! Begitu jawab Watson.
Perusahaan seperti milik kami harus menciptakan suasana di mana orang-orang tidak takut mengalami kegagalan. Ini berarti kami menciptakan sebuah organisasi dimana kegagalan tidak hanya ditoleri tetapi ketakutan dikritik karena menyampaikan gagasan bodoh juga dihilangkan. Jika tidak, maka banyak orang yang merasa cemas dan tidak nyaman. Dan gagasan-gagasan brilian yang sangat potensial tak akan pemah terucapkan dan tak akan pemah terdengar. Kegagalan masih bisa ditolerir selama itu tidak menjadi kebiasaan (Michael Eisner, Walt Disney Corp).
Jadi? Ya, gagal bukan kiamat bisnis, tapi jangan kelewatan. Apalagi menjadi kebiasaan. Kerjakan yang mampu dilakukan, semakin terbatas sumber dana, Anda patut semakin bijaksana. fahami, kapan harus meminimalisasi kerugian.
Bila Jatuh, Cepatlah Bangkit
Di dunia kerja, yang disebut masalah sesungguhnya adalah kesempatan yang menunggu, dipungut (Henry J. Kaiser)
Bagi saya pribadi, krisis Asia telah berakhir pada saat dimulainya persaingan untuk mendapatkan hotel Regent Bangkok pada bulan Maret 1999. Setelah melewati masa-masa sulit selama dua tahun sebelumnya, mendadak saya memutuskan mengikuti lomba balap Ferari di Perancis serta bersaing di ring dengan Goldman Sachs Co., salah satu bank investasi terbesar dunia (William E. Heinecke, konglomerat Thailand)
Saat banyak konglomerat bangkrut dan bank-bank mengalami kegagalan di Thailand, tujuh hotel milik Heinecke, restoran siap saji dan perusahaan lainnya terus berusaha keras keluar dari krisis serta berusaha mendulang keuntungan di tahun 1998. Meskipun banyak analis meramalkan tentang pertumbuhan ekonomi pada tahun 1999 dan menguji Baht Thailand, tidak banyak perusahaan yang bisa menandingi kemampuan kerja kelompok bisnis Heinceke.
Fantastis, hotel Heinecke mengalami kenaikan 24%, 246 restoran kelompok bisnisnya menarik lebih dari tak kurang dari lima juta pelanggan! Pada tahun 1997 kelompok perusahaan Heineke mengalami kerugian 1 milyar baht, tetapi setahun kemudian tiga perusahaannya yang telah go public, mendapatkan keuntungan bersih 500 juta baht, pada triwulan pertama tahun 1999, keuntungannya lebih banyak lagi.
Belum yakin, kegagalan, hanyalah sebuah tikungan tajam yang menuntut kendaraan usaha, sedikit mengurangi kecepatan, lalu di depan, begitu melihat jalan mulus peluang, Anda bisa menebusnya dengan kecepatan yang lebih tinggi. Bisnis Heinecke di Thailand, saat ini benar-benar telah pulih.
Regent Bangkok, salah satu hotel terbesar di Asia, tingkat huniannya tetap tinggi. Saat itu, Regent di bawah kontrol beberapa perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan manajerial seperti halnya perusahaan-perusahaan lainnya di Thailand sehingga mereka berusaha untuk menjual saham Regent. Regent dimiliki oleh Rajadamri Hotel Company yang kemudian 32% sahamnya dimiliki oleh sebuah perusahaan Jepang yang telah bangkrut yang diwakili oleh sebuah bank Jepang yang cukup besar.
Masih ada lagi faktor lain yang lebih penting. Rajadamri Hotel Company juga memiliki 26% saham hotel bintang lima milik Heinecke, di Thailand Utara, Regent Chiang Mai. Heineke enggan menjualnya pada orang asing karena ia tak ingin ada orang asing menguasai tanah keramat itu. Bagi Heinecke, ikut ambil bagian dalam kepemilikan saham Regent Bangkok yang dijual pada awal tahun 1999 merupakan tindakan yang tepat, setelah sebelumnya ia sudah memiliki saham Regent hampir 29%.
Apa kata Heineke tentang pelintasan bisnisnya yang penuh tikungan di masa krisis ini?
Ini adalah persaingan dimana saya harus mengeluarkan segala strategi dan kemampuan yang telah saya pelajari : mempercayai intuisi, menggunakan jaringan kerja kontrak yang mapan, menggunakan sejumlah pakar dan merencanakan strategi-strategi dalam situasi yang selalu berubah cepat jika diperhatikan, persaingan ini merupakan mikrokosmos semua strategi. Saya berusaha menguji kemampuan saya dengan lawan-lawan yang benar-benar tangguh. Goldman Sachs, salah satu grup investasi terkuat di dunia ini, merupakan pemegang saham individu terbesar Regent Bangkok, tapi itu tidak berarti bahwa mereka bisa berbuat sesuka hatinya. Saya kira bagi seorang yang tidak lulus perguruan tinggi, hasil seperti ini sudah cukup memuaskan.
Bila Semuanya Gagal
Saat gagal menimpa, kendati lelah dan kecewa berat, jangan matikan energi kreatif Anda. Tetaplah berpikir kreatif. Sempurnakan produk yang ada, atau hasilkan produk baru atau usaha baru yang mungkin belum terpikirkan.
Jangan terpaku pada karier dan keterampilan yang dimiliki, yang terlalu lama bersandar pada lingkungan di mana kita dibesarkan atau selama ini bergulat. Kadang kala apabila seseorang gagal setelah berusaha dengan tabah dan mengerahkan sepenuh tenaga untuk sekian lama, mungkin tiba saatnya ia mengkaji kembali bidang yang digeluti dan menilai apakah ia mampu untuk mendapatkan apa yang dinginkannya di bidang tersebut.
Banyak cara untuk mencapai tujuan hidup. Sebagian lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain. Sebagian kurang berisiko tetapi lebih lambat daripada yang lain.
Saran kami, janganlah terlalu kaku mengatakan bahwa Anda tidak bisa berubah. Kami sendiri, kerap berubah seiring dengan perkembangan in put dan stimulasi kondisi di sekitar kami. Tanpa itu, bagaimana mungkin kami menyusun sebuah buku, memberi pencerahan bagi banyak orang?
Kadang kala dalam kehidupan kita terpaksa menekuni bidang usaha yang berlainan dan kita mesti menyesuaikan segala keterampilan dan bakat yang tidak kita peroleh dari bidang-bidang usaha di masa lalu. Lalu? Salurkan kekuatan itu di bidang usaha yang baru. Mungkin, kita dipaksa mempelajari keterampilan baru, sebagai konsekuensi menghadapi tantangan serba-baru itu.
Pernahkah Anda bertanya bagaimana orang Jepang bangkit kembali dari kehancuran PD II untuk menjadi pengusaha ekonomi yang unggul saat ini? Dulu, produk Jepang sempat dinilai murahan, tidak berkualitas, dan stigma jelek lainnya. Tapi sekarang, sulit bagi kita untuk hidup tanpa barang-barang buatan Jepang di dalam rumah kita. Ini tidak hanya berlaku di Negara kita saja, tetapi bahkan di seluruh dunia.
Orang-orang Jepang tidak menciptakan mobil. Tidak juga kamera, kulkas, televisi, AC, mesin cuci, penghisap debu, film atau system perangkat audio berkualitas tinggi. Mereka tidak menciptakan banyak benda. padahal yang mereka lakukan hanyalah meniru.
Hakikat :peniruan ala Jepang, sarat pesan penting bagi calon entrepeneur. Di sana ada proses penyempumaan tanpa kenal lelah, sampai akhirnya tiruannya lebih baik dari aslinya! Mereka menggunakan kreativitas untuk menyempumakan barang yang sudah ada. Tak ada yang membantah, Jepang meraih suksesnya. Kultur entrepreneurship tumbuh subur di sana, menyebar menguasai dunia.
Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak berhasil mencapai tujuan Anda pada suatu pekerjaan di mana Anda telah dilatih untuk melakukannya, latihlah atau lengkapi diri Anda dengan pekerjaan yang memberi peluang meraih yang lebih baik di masa depan. Janganlah gantungkan diri Anda pada satu keterampilan saja. Sebagai manusia, Tuhan memberi kita kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru dan menerjuni bidang usaha lain. Jangan hidup-mati Anda gantungkan pada satu bidang saja. Orang lain bisa sukses. Anda tentu juga bisa. hanya saja, ada yang lekas tercapai, ada yang masih berliku.
Jangan malu karena gagal, …seperti Christopher Colombus
Ketahuilah apa yang akan Anda lakukan, lakukanlah dan jangan menunda kembali. Jika Anda membuat kesalahan, buatlah kesalahan yang hebat. Seperti orang yang sampai di persimpangan jalan dan bertanya,Arah manakah yang perlu saya tuju, arah sana atau sini? Pergi saja! Pilih satu arah dan pergilah. Unsur masa itu pasti ada. Segala sesuatu mempunyai waktu dan tempat yang wajar (Gum Rutt)
Tengok kiri-kanan Anda. Produk Cina, membanjiri negeri ini. Bayangkan, seperti apa sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang? Akankah ini kita terima sebagai keharusan ekonomi? Tidakkah Anda mulai berpikir hal yang sebaliknya? Anda bisa!
Menghadapi risiko, adalah gabungan kerja keras, kecerdikan, kehati-hatian, kecermatan membaca peluang dan kesiapan menghadapi kegagalan maupun keberhasilan. Happy ending sebuah ikhtiar adalah keberhasilan. Ini dicapai, tentu setelah melewati keberhasilan demi keberhasilan kecil, seperti keberhasilan menyingkirkan kesulitan dan bahaya. Proses ini dibangun dari kesungguhan melahirkan segenap potensi diri seorang wirausahawan. Dengan begitu, ia mengubah kekalahan menjadi kemenangan, sebuah proses yang kecil peluang pencapaiannya tanpa kesiapan mental menghadapi kegagalan. Kalau Anda termasuk yang tidak siap gagal, lebih baik jangan meniti jalan ini. Bahkan, mengimpikannya saja, jangan!
Setiap kegagalan adalah pelajaran yang mendorong pengusaha untuk mencoba pendekatan baru yang belum pemah dicoba sebelumnya. Bagi pengusaha sejati, Berani Gagal berarti Berani Belajar. Dengan gagal dan dengan belajar, pengusaha bertumbuh menjadi orang yang lebih baik dan belajar bagaimana menciptakan kekayaan sejati. Walaupun pengusaha kehilangan kekayaan materi yang telah mereka peroleh, mereka tahu bagaimana menciptakan semua kekayaan itu lagi. Pelajarannya tidak pemah hilang. Sebaliknya, mereka yang tidak pemah mengalami perjalanan yang sulit dan menemukan kekayaan dengan mudah, tidak akan tahu bagaimana menciptakan kekayaan ketika mereka kehilangan. Dengan kata lain, mereka yang tidak gagal tak akan tahu kekayaan sejati.
Gemerlap materi, pada komunitas bahkan kehidupan sosial yang serba benda (materialistis), lebih banyak memperoleh penilaian tinggi. Sebaliknya, siapa pun mengalami kegagalan, sudah mendapat stempel sosial sebagai manusia yang kehilangan harga. The looser dunia usaha, sering menjadi figur yang menghadapi titik balik sikap sosial terhadapnya. Dulu, saat masih jaya, ia banyak rekan dan kolega, setelah gagal dalam usahanya, hampir semua rekan dan kolega yang dulu mendukungnya, menebar senyum ramahnya, bahkan mengajak bermitra, hilang sudah! Akibat cara pandang seperti ini, banyak wirausahawan yang traumatik terhadap kegagalan. Ini, awal kematian benih-benih kewirausahaan. Semua pihak harus mengubah sikapnya: doronglah masyarakat menjadi pihak yang turut membangun keberanian banyak orang untuk respek terhadap ikhtiar orang meraih keberhasilan dalam bisnis. Gagal atau keberhasilan, bukan menjadi satu-satunya alasan menghargai atau meremehkan wirausahawan. Tentu, sembari tetap mentransfer sikap-sikap arif, bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran berharga. Seorang bijak berkata,sukses hanyalah pijakan terakhir dari tangga kegagalan.
Kita perlu menggalakkan orang untuk berani mengambil resiko. Hal ini membutuhkan pola pikir yang sangat berbeda. Untuk kita, itu berarti mengabaikan peraturan yang telah berlaku baik selama 30 tahun lebih (Lee Kuan Yew).
Yang Diperlukan Untuk Menghadapi Kegagalan
Ada banyak pembahasan tentang tips menghadapi kesuksesan. Tetapi bagi kami, sama pentingnya, menyiapkan sejumlah hal untuk menghadapi kegagalan! Billy P.S. Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan kepada peserta trainingnya tentang satu masalah menarik. Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?
Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah Dia tak dapat berenang. Yang hadir heran, karena Lim menyalahkan jawaban itu. Yang hadir mengira, Lim bercanda. Untuk menyakinkan mereka, Lim memberi contoh kejadian orang tenggelam di air sedalam tiga inci. Akhirnya, ia memberitahu jawabannya, yang akan ia berikan kepada Anda sekarang. Kami kutip pendapat Lim: Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain.
So? Berapa kali orang jatuh tak jadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali jatuh.
Ukurannya, Bangkit Lagi
Jangan ukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah ia dengan beberapa kali dia sanggup bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, tidak akan putus asa. Menyedihkan, mendengar bahwa banyak orang seperti mereka, setelah sekali dua kali gagal, memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenar-benarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi.
Apakah kualitas diri kita akan membantu bangkit kembali setelah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yang mesti saya sebutkan, karena kalau tidak, makna buku ini tidak sempuma.
Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Bakatpun tidak; Banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusanpun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikanpun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.
Ya, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dan batu, air sungai senantiasa menang bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh Anda jatuh tidak menjadi masalah, tetapi yang penting seberapa sering Anda bangkit kembali.
Apabila Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda. Seperti Thomas Alfa Edison, saat ditanya, bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General Electric ini menjawab,
Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.
Sungai Colorado mengalir tabah terus-menerus, melahirkan Grand Canyon. Charles Goodyear yang tekun, membuahkan ban yang memungkinkan kendaraaan melaju kencang. Tabahnya Wright bersaudara membuahkan pesawat terbang. Bethoven, mengisi dunia dengan musik inspiratif, John Milton membuahkan karya puisi indah yang menyejukkan hati, perempuan tuna netra yang tegar Helen Keller, memberikan harapan kepada semua orang cacat, ketabahan Abraham Lincoln membuatnya terpilih menjadi presiden. Dan, tentu, Thomas Alfa Edison, memberi kita cahaya listrik. Kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Kurang tabah merupakan salah satu alasan orang gagal dalam bisnis, politik, dan kehidupan pribadi.
Setiap orang sukses menyatakan bahwa kesuksesan hanya berada di luar ketika mereka yakin idenya akan berhasil (Dr. Napoleon Hill)
Menarik Hikmah, Jangan Menyerah
Anda tumbuh menjadi semakin dewasa dan bijaksana. Dulu Anda menanggung kegagalan secara pribadi. Ketika kulit Anda mulai berkerut sejalan dengan perjalanan usia, Anda cenderung belajar dari kesalahan - kesalahan Anda (Cheong Chonng Kong)
Secara sederhana, kegagalan adalah situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu yang positif. Jangan lupa bahwa Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total. Karena Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia (Eugenio Barba).
Mengantisipasi bencana sejak dini, karakteristik seorang entrepreneur. Jangan biarkan kebanggaan dan sentimen mempengaruhi keputusan-keputusan Anda. Sebuah gagasan gagal, adalah pelajaran ada saat untuk bangkit kembali untuk mengejar target-target Anda berikutnya.
Babe Ruth, pemain baseball terkenal, tidak hanya mencetak 714 home run, namun dia juga pernah luput (strike out) 1330 kali.
Ray Meyer, pelatih bola basket legendaris di DePaul University telah memimpin timnya memenangkan 37 musim, kompetisi. Saat timnya kalah, setelah kemenangannya yang ke-29, dia ditanya bagaimana perasaannya. Luar biasa! katanya. Sekarang kami dapat mengkonsentrasikan diri bagaimana memenangkan permainan daripada memikirkan kekalahan ini.
Kegagalan, jangan biarkan sebagai sesuatu yang final. Entrepreneur sejati, memandang kegagalan sebagai awal, batu loncatan untuk memperbaharui kinerja bisnis mereka di masa mendatang. Pemimpin tidak menghabiskan waktunya memikirkan kegagalan.
Untuk memicu kesiapan mental Anda, kita belajar dari cerita tentang seorang eksekutif IBM yang memiliki prospek cerah. Ia baru saja melakukan kesalahan transaksi yang merugikan perusahaan jutaan dollar. Thomas J. Watson, pendiri IBM, memanggil eksekutif muda itu ke kantornya. Spontan eksekutif itu berkata.
Saya tahu Anda pasti meminta saya mengundurkan diri, bukan?
Anda tidak perlu cemas. Kami baru saja mengeluarkan jutaan dolar untuk mendidik Anda! Begitu jawab Watson.
Perusahaan seperti milik kami harus menciptakan suasana di mana orang-orang tidak takut mengalami kegagalan. Ini berarti kami menciptakan sebuah organisasi dimana kegagalan tidak hanya ditoleri tetapi ketakutan dikritik karena menyampaikan gagasan bodoh juga dihilangkan. Jika tidak, maka banyak orang yang merasa cemas dan tidak nyaman. Dan gagasan-gagasan brilian yang sangat potensial tak akan pemah terucapkan dan tak akan pemah terdengar. Kegagalan masih bisa ditolerir selama itu tidak menjadi kebiasaan (Michael Eisner, Walt Disney Corp).
Jadi? Ya, gagal bukan kiamat bisnis, tapi jangan kelewatan. Apalagi menjadi kebiasaan. Kerjakan yang mampu dilakukan, semakin terbatas sumber dana, Anda patut semakin bijaksana. fahami, kapan harus meminimalisasi kerugian.
Bila Jatuh, Cepatlah Bangkit
Di dunia kerja, yang disebut masalah sesungguhnya adalah kesempatan yang menunggu, dipungut (Henry J. Kaiser)
Bagi saya pribadi, krisis Asia telah berakhir pada saat dimulainya persaingan untuk mendapatkan hotel Regent Bangkok pada bulan Maret 1999. Setelah melewati masa-masa sulit selama dua tahun sebelumnya, mendadak saya memutuskan mengikuti lomba balap Ferari di Perancis serta bersaing di ring dengan Goldman Sachs Co., salah satu bank investasi terbesar dunia (William E. Heinecke, konglomerat Thailand)
Saat banyak konglomerat bangkrut dan bank-bank mengalami kegagalan di Thailand, tujuh hotel milik Heinecke, restoran siap saji dan perusahaan lainnya terus berusaha keras keluar dari krisis serta berusaha mendulang keuntungan di tahun 1998. Meskipun banyak analis meramalkan tentang pertumbuhan ekonomi pada tahun 1999 dan menguji Baht Thailand, tidak banyak perusahaan yang bisa menandingi kemampuan kerja kelompok bisnis Heinceke.
Fantastis, hotel Heinecke mengalami kenaikan 24%, 246 restoran kelompok bisnisnya menarik lebih dari tak kurang dari lima juta pelanggan! Pada tahun 1997 kelompok perusahaan Heineke mengalami kerugian 1 milyar baht, tetapi setahun kemudian tiga perusahaannya yang telah go public, mendapatkan keuntungan bersih 500 juta baht, pada triwulan pertama tahun 1999, keuntungannya lebih banyak lagi.
Belum yakin, kegagalan, hanyalah sebuah tikungan tajam yang menuntut kendaraan usaha, sedikit mengurangi kecepatan, lalu di depan, begitu melihat jalan mulus peluang, Anda bisa menebusnya dengan kecepatan yang lebih tinggi. Bisnis Heinecke di Thailand, saat ini benar-benar telah pulih.
Regent Bangkok, salah satu hotel terbesar di Asia, tingkat huniannya tetap tinggi. Saat itu, Regent di bawah kontrol beberapa perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan manajerial seperti halnya perusahaan-perusahaan lainnya di Thailand sehingga mereka berusaha untuk menjual saham Regent. Regent dimiliki oleh Rajadamri Hotel Company yang kemudian 32% sahamnya dimiliki oleh sebuah perusahaan Jepang yang telah bangkrut yang diwakili oleh sebuah bank Jepang yang cukup besar.
Masih ada lagi faktor lain yang lebih penting. Rajadamri Hotel Company juga memiliki 26% saham hotel bintang lima milik Heinecke, di Thailand Utara, Regent Chiang Mai. Heineke enggan menjualnya pada orang asing karena ia tak ingin ada orang asing menguasai tanah keramat itu. Bagi Heinecke, ikut ambil bagian dalam kepemilikan saham Regent Bangkok yang dijual pada awal tahun 1999 merupakan tindakan yang tepat, setelah sebelumnya ia sudah memiliki saham Regent hampir 29%.
Apa kata Heineke tentang pelintasan bisnisnya yang penuh tikungan di masa krisis ini?
Ini adalah persaingan dimana saya harus mengeluarkan segala strategi dan kemampuan yang telah saya pelajari : mempercayai intuisi, menggunakan jaringan kerja kontrak yang mapan, menggunakan sejumlah pakar dan merencanakan strategi-strategi dalam situasi yang selalu berubah cepat jika diperhatikan, persaingan ini merupakan mikrokosmos semua strategi. Saya berusaha menguji kemampuan saya dengan lawan-lawan yang benar-benar tangguh. Goldman Sachs, salah satu grup investasi terkuat di dunia ini, merupakan pemegang saham individu terbesar Regent Bangkok, tapi itu tidak berarti bahwa mereka bisa berbuat sesuka hatinya. Saya kira bagi seorang yang tidak lulus perguruan tinggi, hasil seperti ini sudah cukup memuaskan.
Bila Semuanya Gagal
Saat gagal menimpa, kendati lelah dan kecewa berat, jangan matikan energi kreatif Anda. Tetaplah berpikir kreatif. Sempurnakan produk yang ada, atau hasilkan produk baru atau usaha baru yang mungkin belum terpikirkan.
Jangan terpaku pada karier dan keterampilan yang dimiliki, yang terlalu lama bersandar pada lingkungan di mana kita dibesarkan atau selama ini bergulat. Kadang kala apabila seseorang gagal setelah berusaha dengan tabah dan mengerahkan sepenuh tenaga untuk sekian lama, mungkin tiba saatnya ia mengkaji kembali bidang yang digeluti dan menilai apakah ia mampu untuk mendapatkan apa yang dinginkannya di bidang tersebut.
Banyak cara untuk mencapai tujuan hidup. Sebagian lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain. Sebagian kurang berisiko tetapi lebih lambat daripada yang lain.
Saran kami, janganlah terlalu kaku mengatakan bahwa Anda tidak bisa berubah. Kami sendiri, kerap berubah seiring dengan perkembangan in put dan stimulasi kondisi di sekitar kami. Tanpa itu, bagaimana mungkin kami menyusun sebuah buku, memberi pencerahan bagi banyak orang?
Kadang kala dalam kehidupan kita terpaksa menekuni bidang usaha yang berlainan dan kita mesti menyesuaikan segala keterampilan dan bakat yang tidak kita peroleh dari bidang-bidang usaha di masa lalu. Lalu? Salurkan kekuatan itu di bidang usaha yang baru. Mungkin, kita dipaksa mempelajari keterampilan baru, sebagai konsekuensi menghadapi tantangan serba-baru itu.
Pernahkah Anda bertanya bagaimana orang Jepang bangkit kembali dari kehancuran PD II untuk menjadi pengusaha ekonomi yang unggul saat ini? Dulu, produk Jepang sempat dinilai murahan, tidak berkualitas, dan stigma jelek lainnya. Tapi sekarang, sulit bagi kita untuk hidup tanpa barang-barang buatan Jepang di dalam rumah kita. Ini tidak hanya berlaku di Negara kita saja, tetapi bahkan di seluruh dunia.
Orang-orang Jepang tidak menciptakan mobil. Tidak juga kamera, kulkas, televisi, AC, mesin cuci, penghisap debu, film atau system perangkat audio berkualitas tinggi. Mereka tidak menciptakan banyak benda. padahal yang mereka lakukan hanyalah meniru.
Hakikat :peniruan ala Jepang, sarat pesan penting bagi calon entrepeneur. Di sana ada proses penyempumaan tanpa kenal lelah, sampai akhirnya tiruannya lebih baik dari aslinya! Mereka menggunakan kreativitas untuk menyempumakan barang yang sudah ada. Tak ada yang membantah, Jepang meraih suksesnya. Kultur entrepreneurship tumbuh subur di sana, menyebar menguasai dunia.
Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak berhasil mencapai tujuan Anda pada suatu pekerjaan di mana Anda telah dilatih untuk melakukannya, latihlah atau lengkapi diri Anda dengan pekerjaan yang memberi peluang meraih yang lebih baik di masa depan. Janganlah gantungkan diri Anda pada satu keterampilan saja. Sebagai manusia, Tuhan memberi kita kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru dan menerjuni bidang usaha lain. Jangan hidup-mati Anda gantungkan pada satu bidang saja. Orang lain bisa sukses. Anda tentu juga bisa. hanya saja, ada yang lekas tercapai, ada yang masih berliku.
Jangan malu karena gagal, …seperti Christopher Colombus
Ketahuilah apa yang akan Anda lakukan, lakukanlah dan jangan menunda kembali. Jika Anda membuat kesalahan, buatlah kesalahan yang hebat. Seperti orang yang sampai di persimpangan jalan dan bertanya,Arah manakah yang perlu saya tuju, arah sana atau sini? Pergi saja! Pilih satu arah dan pergilah. Unsur masa itu pasti ada. Segala sesuatu mempunyai waktu dan tempat yang wajar (Gum Rutt)
Tengok kiri-kanan Anda. Produk Cina, membanjiri negeri ini. Bayangkan, seperti apa sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang? Akankah ini kita terima sebagai keharusan ekonomi? Tidakkah Anda mulai berpikir hal yang sebaliknya? Anda bisa!
Langganan:
Postingan (Atom)