Photobucket
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

30 Mei 2009

Memahami Fase Proses Penuaan

Menurut Dr. Maria Sulindro, direktur medis Pasadena antiaging, AS, Proses penuaan tidak terjadi serta merta melainkan secara bertahap dan secara garis besar dibagi menjadi 3 fase:
1. Fase Pertama, pada saat mencapai usia 25-35 tahun. Pada masa ini produksi hormone mulai berkurang dan mulai terjadi kerusakan sel tapi tidak memberi pengaruh pada kesehatan. Tubuh pun masih bugar terus.

2. Fase Kedua, pada usia 35-45 tahun, produksi hormon sudah menurun sebanyak 25%. Tubuh pun mulai mengalami penuaan. Pada masa ini, mata mulai mengalami rabun dekat sehingga perlu menggunakan kacamata berlensa plus, rambut mulai berubah, stamina tubuh pun berkurang. Bila pada masa ini dan sebelumnya, anda melakukan gaya hidup yang tidak sehat bisa beresiko terkena kanker.
3. Fase Ketiga, terjadi pada usia 45 tahun ke atas. Pada masa ini produksi hormon sudah berkurang hingga akhirnya berhenti sama sekali. Kaum perempuan mengalami masa yang disebut menopause sedangkan kaum pria mengalami masa andropause. Pada masa ini kulit pun menjadi kurang karena mengalami dehidrasi, tubuh menjadi cepay capek. Berbagai penyakit degenerative seperti diabetes, osteoporosis, hipertensi, dan penyakit jantung koroner mulai menyerang.
Masih menurut dr. maria Sulindro, cepat lambatnya penuaan, 30% dipengaruhi oleh faktor genetika, kalau anggota keluarga cenderung awet muda. Anda pun besar kemungkinan akan berpenampilan awet muda.
Sedangkan proses penuaan selanjutnya tergantung dari gaya hidup, gaya hidup yang penuh stress, kurang istirahat, banyak makan makanan berlemak dan berkalori tinggi, kurang gerak serta hidup di lingkungan yang penuh polusi akan merusak sel sehingga menjadi lebih tua. Akibatnya, anda pun mengalami penuaan usia biologik. Namun, kondisi ini dapat dihindari dengan program anti aging baik yang dilakukan sendiri maupun dengan bantuan medis.

Potensi Selulit pada Setiap Orang

TAK sedikit yang beranggapan, selulit berkaitan dengan kenaikan berat badan. Setiap orang yang overweight diduga memiliki selulit di tubuhnya. ‘Pendapat tersebut tak sepenuhnya benar,’ kata dr Trisniartami Setyaningrum SpKK. Selulit sebenarnya tak berkaitan dengan berat badan. Sebab, pada dasarnya, semua orang berpotensi memiliki selulit. ‘Yang bertubuh kurus pun bisa punya selulit. Tapi orang gemuk memang lebih beresiko,’ lanjut staf medis Bagian Kulit dan Kelamin RSU dr Soetomo, Surabaya.

Mengadopsi bahasa Perancis cellulite, istilah medisnya adalah modular liposclerois atau sclerotic-fibrous-dermatous panniculopathy. Gangguan itu dialami 85-98% wanita pasca pubertas. Sebab, jumlah lemak wanita diperkirakan lebih banyak daripada pria. Semua ras juga bisa mengalami selulit. ‘Bahkan, pria juga bisa. Hanya, angka kejadiannya sangat jarang,’ kata Trisni.
Menurut dia, selulit dipengaruhi faktor keturunan. Bila orang tua memiliki selulit, kemungkinan besar anaknya berselulit. Perubahan normal juga berdampak selulit. Misalnya, pada masa kehamilan, menopause, atau minum pil KB pengatur hormon. Penambahan berat badan secara drastis juga mengakibatkan munculnya selulit. ‘Khusus masalah hormonal, tak bisa dijustifikasi akan terjadi pada semua wanita,’ ungkap Trisni. Tanda selulit, anatra lain, kulit terlihat seperti keju berongga atau kulit jeruk (peau d’orange). Bisa juga, tampak seperti matras. Selulit biasanya muncul di perut, paha, dan pantat. ‘Sebab, ketiga tempat tersebut jarang bergerak/beraktivitas,’ tutur alumnus FK Unair itu.
Penyebabnya, lanjut Trisni, gangguan mikrosirkulasi darah dan limfe sehingga mengakibatkan kemunduran fungsi jaringan lemak kulit. Akibatnya,lemak menumpuk. Kemudian, secara bertahap, tumpukan lemak tersebut akan menyerang jaringan di atasnya yang terdiri atas kolagen dan elastin. Efek selanjutnya adalah fibrosis. ‘Hal itulah yang membuat kulit tak lagi mulus,’ katanya.
Ada empat tahap selulit. Pertama, pembuntuan pembuluh darah. Kondisi tersebut mengakibatkan jaringan lemak membengkak. Gejalanya, kulit terasa seperti spons ketika diraba. Elastisitasnya berkurang. ‘Pada tahap itu, selulit terlihat ketika kulit dicubit. Kalau berdiri dan tidur, tak akan terlihat,’ ungkap trisni. Tahap berikutnya terjadi fibrosis.gejalanya, selulit tampak ketika berdiri. Namun, saat tidur, selulit tak akan terlihat.
‘Nah, pada tahap ketiga, selulit terlihat baik dalam posisi tidur maupun berduri. Itu yang dinamakan fibrosclerosis,’ lanjutnya. Yang terakhit adalah sclerosis. Kondisi tersebut ditandai kulit yang mengeras sehingga timbul benjolan. Ketika disentuh, ada kalanya nyeri. Hal itu menimbulkan gambaran seperti matras.
Menurut Trisni, inti pengobatan untuk memcah selulit adalah dengan memperbaiki peredaran darah di vena (venous drainage) serta limfe. Cara khusus untuk menghilangkan selulit, antara lain, menggunakan krim, pemijatan, endermologi, liposuction, ataupun subcision. Tindakan mutakhir menggunakan teknologi laser Tri active. Tentu, diet dan olah raga teratur tak boleh ditinggalkan. Terutama, untuk menurunkan berat badan bagi yang overweight. Trisni menyatakan, olahraga akan membantu menghilangkan racun dan kelebihan lemak di tubuh. ‘Diet dengan membatasi makanan yang mengandung gula, garam, serta lemak hewani.’

Pencegahan Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang menurut data merupakan pembuluh nomor 1. Kanker ini paling sering ditemukan di antara penyakit ginekologi. Musuh terbesar seorang perempuan adalah kanker rahim. Kanker mulut rahim ini adalah kanker yang terdapat di serviks uterus, daerah organ produksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, terletak di antara rahim dengan liang vagina. Menurut penelitian terbaru, salah satu penyebab kanker mulut rahim adalah virus HPV (Human Papilloma Virus).
Virus ini menjangkit perempuan jika pasangannya mengidap virus tersebut. Perempuan perokok pun sangat rentan terhadap kanker mulut rahim karena nikotin memegaruhi selaput lender. Kanker ini juga dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh.

HPV (Human Papilloma Virus) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala.

Gejala-gejala
Keputihan yang lama bahkan sampai mengeluarkan bau, dan terjadinya pendarahan pada saat melakukan hubungan seksual merupakan salah satu gejala kanker leher rahim. Pada stadium awal, kanker mulut rahim sulit terdeteksi. Pada tahap dysplasia sampai stadium 1, praktis tidak ada keluhan baru muncul pada stadium 2 dan 3. Pada stadium 4, sel kanker mungkin sudah menjalar ke otak, paru-paru dan beberapa organ tubuh lainnya.
Hampir 90% kanker mulut rahim itu terdapat di epitel permukaan, dimana ditemukan keadaan yang disebut pembakal kanker mulut rahim atau prakanker, mulai dari yang ringan sampai yang menjadi karsinoma in situ atau stadium nol. Semuanya dapat didiagnosis dengan sceening. Pada stadium awal sel kanker menyebar ke daerah mulut rahim. Kondisi prakanker sampai karsinoma ii situ sering tak menunjukkan gejala karena berada dalam lapisan epitel dan belum menimbulkan perubahan yang nyata. Pada stadium kedua, gejala yang timbul adalah keputihan, pendarahan pasca sanggama dan keluarnya cairan encer dari vagina. Jika sudah invasif, akan ditemukan gejala seperti pendarahan spontan, keluar keputihan dan rasa tak nyaman pada saat akan melakukan hubungan seksual.
Ada beberapa faktor penyebab terjadinya sel kanker, baik langsung maupuntak langsung.
a. Pertama
Screening atau penapisan. Dysplasia sering ditemukan pada usia 20 tahun. Karsinoma ini situ pada usia 15-35 tahun dan kanker serviks pada perempuan invasif usia 40 tahun.
b. Kedua
Lajang dan menikah pada usia muda dan meningkat dua kali lipat pada perempuan yang berhubungan seksual sebelum 16 tahun.
c. Ketiga
Peran pasangan pria. Pria yang menikah dengan pria yang mantan (mantan) istrinya menderita kanker mulut rahim, akan tertular pula.
d. Keempat
Karakteristik reproduksi dan menstruasi.

Pencegahan
Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 19 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.

Menjaga Kesehatan Mata Anda

KEINDAHAN dunia dapat anda nikmati lewat mata. Lantas, bagaimana menjaga kesehatannya agar dunia dapat terus ditatap? Salah satunya dengan melakukan pemijatan di kulit kepala dan hidung. Pijat adalah salah satu teknik kuno yang dapat anda lakukan sendiri. Terapi ini merupakan cara penyembuhan yang aman, efektif, dan tanpa efek samping. Bila dilakukan sesuai prosedur. Teknik pijat, kata akupunturis Oei Gin Djing, dpat digunakan untuk mengobati berbagai gangguan mata.

‘Organ tubuh manusia yang dapat dipijat untuk mengobati gangguan mata antara lain kulit kepala, sekeliling mata, hidung, telinga, dan kaki,’ ujar praktisi pijat yang berpraktik di kawasan Sunter Hijau, Jakarta Utara ini. Secara khusus Oei menjabarkan pijat kulit kepala dan pijat hidung. Berdasarkan akupuntur kulit kepala(scalp akupuntur), daerah penglihatan yang berkaitan dengan mata atau areavisual (optic area) berada di atas serebelum (otak kecil) yang terletak di bagian belakang kepala. Daerah ini, menurut Oei, sebaiknya juga dipijat saat melakukan terapi pijat untuk gangguan mata.
Letak area visual tepatnya berada di daerah sanggul atau konde. Cara menemukan lokasinya adalah dengan mengambl garis lurus dari belakang kepala sejauh 4 cm ke atas, sejajar garis tengah. Posisi area visual berada 1 cm di kiri dan kanan garis tengah tersebut. Kelainan pada daerah penglihatan ini mengindikasikan adanya penyakit pada saraf mata.

Lakukan Sendiri Pijat Kepala
a. Letakkan kedua ibu jari di pelapis dan kedelapan jari lainnya di tengah dahi. Pijat daerah tengah dahi sampai ke belakang leher di titik fung che (lokasinya di belakang leher, dalam sebuah lakukan di batas rambut), dengan ke delapan jari.
b. Letakkan kedua ibu jari di belakang leher atau di lakukan di belakang telinga. Kemudian pijat daerah visual area dengan kedelapan jari lainnya. Pemijatan dilakukan 12 menit. Boleh dilakukan setiap kali kepala dan mata terasa tidak enak.

Manfaat Dan Sifat Titik Fung Che
a. Mempertajam penglihatan, menguatkan mata saat lelah dan kabur
b. Melancarkan saraf
c. Mengusir angin dan menetralkan panas
d. Mengurangi mata nyeri dan merah, rabun senja
e. Meredakan influenza dan hidung tersumbat
f. Mengusir kaku dan nyeri di pundak dan sakit kepala
g. Menurunkan tekanan darah tinggi

Pijat Hidung
Menurut Oei, berdasarkan dokumen kuno dan uji coba di berbagai klinik akupuntur,pijat hidung sangat bermanfaat untuk meredakan gangguan pada mata. Berikut daerah di hidung yang perlu dipijat:
a. Titik Kepala dan Muka
b. Terletak di atas agris tengah hidung. Pada jarak sepertiga lebar dahi dari batas rambut depan. Lebar dahi diukur dari titik tengah garis yang menghubungkan puncak kedua alis dengan titik tengah batas rambut depan. Khasiat pijat di titik ini untuk mengatasi keluhan di daerah muka dan kepala.
c. Titik Tenggorokan
d. Terletak di pertengahan antara titik nomor 1 dan nomor 3. Khasiatnya dapat mengatasi keluhan di daerah tenggorokan, leher, dan pita suara.
e. Titik Paru-Paru Unsur Logam
f. Terletak di pertengahan antara kedua ujung alis. Paru-paru berhubungan dengan lingkungan luar melalui hidung dan berhubungan dengan usus besar. Paru-paru mendapatkan oksigen dengan perantaraan hidup yang menghirup udara.
g. Titik Jantung Unsur Api
h. Terletak di pertengahan antara kedua sudut mata dalam. Organ jantung berhubungan dengan lidah dan usus kecil.
i. Titik Hati Unsur Kayu
j. Terletak di puncak tulang hidung atau di pertengahan garis yang menghubungkan kedua puncak tulang pipi. Organ hati berhubungan dengan lingkungan luar melalui mata dan berhubungan dengan kandungan empedu. Kondisi hati yang buruk tercermin di mata. Contohnya, mata penderita hepatitis terlihat kuning.
k. Titik Limpa Unsur Tanah
l. Terletak di batas bawah tulang hidung. Limpa berhubungan dengan lingkungan luar melalui bibir dan berhubungan dengan lambung. Limpa berfungsi mengatur sel darah merah. Bila kekurangan darah, bibir penderitanya akan terlihat pucat.
m. Titik Ginjal Unsur Air
n. Berada di atas puncak hidung. Ginjal berhubungan dengan lingkungan lura melalui telinga. Baik buruknya telinga menggambarkan kondisi ginjal. Ginjal juga berhubungan dengan kandung kemih.
o. Titik Kelamin Luar
p. Terletak tepat pada batas bawah hidung. Khasiatnya mengatasi gatal-gatal pada alat kelamin.
q. Titik Yang Siang An Titik Neiyingsiang
r. Terletak di samping cuping hidung sebelah bawah sekitar 1 cm ke arah luar dan di sisi cuping hidung bagian atas. Khasiat terapi di titik ini untuk mengobati gangguan pada bola mata, hidung tersumbat, mimisan, dan hidung meler atau rhinitis.

Sakit di Ulu Hati, Jadi Mirip Sakit Maag

MAKAN cabai beserta isi sering dihubungkan dengan usus buntu. Tak hanya itu, isi tomat dan jambu biji disebut-sebut sering nyasar ke usus buntu. Hal tersebut tak sepenuhnyabenar. Setidaknya, itulah yang dikatakan oleh dr J. Iswanto SpBD. Menurut spesialis bedah digesatif RSU dr Soetomo, Surabaya, tersebut, usus buntu sebenarnya merupakan radang akibat penumpukan kotoran apendiks (umbai cacing).
‘Semua sari makanan berpotensi menyumbat usus buntu sehingga mengakibatkan peradangan. Jadi, tidak benar kalau isi jambu biji dan cabai mengakibatkan radang usus buntu,’ ujar Iswanto. Umbai cacing berupa saluran kecil di daerah penghubung usus halus dan usus besar. Karena berujung buntu, tak salah bila bagian usus itu disebut usus buntu.

Usus tersebut berlokasi di pojok perut kanan bawah. Layaknya saluran usus lain, umbai cacing berongga dan berotot. Ketika sisa makanan digelontor dari usus halus ke usus besar, kadang-kadang ada yang terpenrangkap dalam umbai cacing. Penyumbatan itulah yang menjadi media bakteri untuk berkembang biak. Apalagi, tinja sangat mungkin tercemari bakteri Escherichia coli.
Kuman tersebut serius mengakibatkan infeksi usus buntu. ‘Kototran dalam umbai cacing bisa dianggap benda asing sehingga menimbulkan radang,’ ungkapnya. Peradangan itulah yang menimbulkan efek nyeri perut kanan bawah. Ada kala gerakan otot umbai cacing berhasil membebaskan sebagian kotoran yang terperangkap. Radang pun mereda. Umumnya, pada kondisi itu nyeri tak terlalu berat dan kumat-kumatan. ‘Kondisi tersebut tergolong usus buntu kronis, bahkan sering dikira sakit mag,’ terangnya.
Namun, kebanyakan kotoran yang tidak bisa terbuang akan menimbulkan radang hebat. ‘Kondisi tersebut mengakibatkan usus buntu bengkak. Bahkan, radang menyebar ke organ sekitar,’ jelas alumnus FK Unair itu. Bila diabaikan, usus buntu bengkak yang sering berisi nanah tersebut bisa-bisa pecah. Usus buntu yang meradang harus secepatnya dioperasi. Nah, kalau usus buntu terlanjur pecah, dokter harus membuka lebar-lebar rongga perut. Hal tersebut diperlukan untuk membersihkan semua organ dan usus yang terkena nanah. ‘Kalau tidak dibersihkan, sangat mungkin terjadi rasi,’ tegasnya. Penanganan yang kurang cepat dan tepat, papar dia, mengakibatkan risiko infeksi lebih parah danberujung pada kematian.

IDAP Celiac Disease, Diet Bebas Gluten

ROTI ataupun donat cukup mudah diperoleh dan siap mengganjal perut yang lapar. Sayang, tak semua perut mampu menerimanya. Itulah celiac disease. Gangguan itu bersifat permanen. Beruntung, ada kabar baiknya. ‘Kebanyakan penyakit ini terjadi di luar negeri. Di negara berkembang justru jarang,’ kata dr Tony Chandra MSi med SpA. Penyakit tersebut, menurut spesialis anak dari RS Surabaya Internasional itu, lebih sering terjadi pada anak usia 1-2 tahun. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit tersebut akan semakin parah ketika dewasa. Celiac itu tergolong penyakit yang dipengaruhi faktor genetik. Faktor genetik yang telah diidentifikasikan adalah HLA-DQ2 atau HLA-DQ8 proteins. Keduanya merupakan produk dari gen HLA.

Penderitanya peka, bahkan menolak masuknya gluten. Yakni, protein yang terdapat dalam terigu, gandum hitam, barley (jewawut), dan gandum. Nah, jenis makanannya termasuk roti, biscuit, pasta, serta saus.
Jika tetap dikonsumsi, tubuh pengidap gangguan tersebut akan memproduksi antibody terhadap gluten yang mengganggu permukaan usus halus. Mukosa usus akan rusak sehingga peristaltic pun terganggu. ‘Kerusakan terjadi pada bagian usus yang bertugas menyerap sari makanan,’ jelasnya. Pada anak, gejala timbul setelah pemberian makanan tambahan baru. Keluhan yang disampaikan adalah sulit buang air besar, diare, perut kembung, dan sering rewel. Gejala pada anak yang lebih besar biasanya disertai nyeri perut. ‘Beberapa anak sering sulit makan,’ katanya. Selain itu, ada risiko kegagalan pertumbuhan, perut kembung, dan sering buang angin. Tinja biasanya banyak, berlemak, pucat, dan berbau sangat busuk. Tanda lainnya, mulut sering sariawan. Email gigi pun berubah warna. ‘Penderita celiac sering juga mengalami gigi karies atau keropos,’ tuturnya.
Keluhan tak sebatas di pencernaan. Pada kulit, terjadi bintil kemerahan yang agak nyeri dan gatal. Terutama di bokong, dada, tangan, dan kaki bagian luar. Kondisi itu sering disebut dermatitis herpertiformis. Gangguan lain yang bisa terjadi adalah nyeri pada otot, tulang, dan persendian. Anak perempuan dengan penyakit celiac mungkin juga mengalami gangguan siklus menstruasi. Pemeriksaan dini dapat dilakukan. Yakni, tes TGA anti-tissue transglutaminasi untuk mendeteksi enzim di usus. ‘Penanganan terbaik dan termudah adalah diet gluten free,’ sarannya. Pemberian terapi pendukung, seperti kalsium, besi, vitamin B, dan diet tinggi protein hewani-nabati diperlukan.

Bayi Sehat, Lahir Menangis Keras

TIAP orang tua pasti ingin memiliki bayi yang sehat dan bugar. Ada beberapa faktor yang menunjukkan kondisi anak, yakni, anak lahir cukup bulan, air ketuban jernih, ketika lahir tangisan kuat, serta kekuatan ototnya memadai. Menurut dr Lisa Anggraini Subrata SpA, jika bayi lahir kurang dari 37 minggu, air ketubannya sudah hijau, ketika lahir tangisnya tak keras atau hanya merintih, maka ada yang tak beres di tubuh bayi tersebut. ‘Dokter anak yang menangani harus segera mengobservasi sebagai langkah deteksi dini kelainan atau penyakit di tubuh bayi tersebut,’ lanjut dokter spesialis anak RS Adi Husada Kapasari itu.

Lisa mengatakan, bayi yang bugar bila kedua kaki dan tangannya fleksi. Justru, kalau bayi diam dan tangan serta kakinya lurus, bisa dicurigai si mungil tak sehat. ‘Bayi yang lahir belum cukup bulan, ada kalanya kaki dan tangannya lurus. Gerakannya juga tak aktif,’ imbuhnya. Orang tua juga harus melihat feses (kotoran) anak. Menurut Lisa, bayi yang sehat dan bugar bila buang air besar kurang dari 2 x 24 jam. Bila lebih dari masa tersebut, disebut meconel. ‘Biasanya, fesesnya hijau kehitam-hitaman,’ ucapnya. Alumnus FK Unair itu menambahkan, ada kalanya kotoran bayi berwarna hijau. Itu karena dalam tubuhnya terkandung banyak besi. Biasanya, hal tersebut dialami bayi yang minum ASI. ‘Bayi butuh masa adaptasi pasca kelahiran. Lama-kelamaan, warna fesesnya akan normal. Tak lagi berwarna hijaum’ paparnya.
Ibu juga tak perlu khawatir bila bayi bisa buang air besar 4-5 kali sehari dengan kotoran agak lembek. Menurut Lisa, hal tersebut juga normal. ‘itu bukan diare atau mencoret. Jadi, tak perlu bingung,’ ungkapnya.
Selain itu, ibu-ibu biasanya panik kalau bayinya gumoh (sebagian air susu mengalir dari mulut bayi). Ibu satu anak tersebut mengatakan, bayi gumoh karena kapasitas lambungnya masih kecil. ‘Tak hanya kapasitasnya kecil, organ tersebut belum optimal sepenuhnya,’ katanya. Enzim pencernaan juga belum sempurna.
Pada manusia dewasa, dalam waktu tiga jam setelah makan, lambung sudah kosong. Lain halnya bayi. Jangka waktu pengosongannya lebih lama. Itu sebabnya, agar bayi tak mudah gumoh, pemberian minum dengan volume kecil namun sering. ‘Dan, setelah minum, langsung disendawakan,’ ungkap Lisa. Caranya, gendang bayi dengan posisi mendekap. Lalu, tepuk punggung bayi perlahan-lahan beberapa kali. ‘Tak lama kemudian, bayi akan sendawa,’ imbuhnya.
Lain bila bayi muntah, orang tua sudah mulai waspada. Tentu, perlu diperhatikan warna muntah dan frekuensinya. Menurut Lisa, ada beberapa jenis muntah. Pertama, provus (muntah terus-menerus). Itu menunjukkan ketidaksesuaian antara input dan output. Selanjutnya, muntah proyektil (menyemprot). Yang tak kalah bahayanya adalah muntah fecal (mirip kotoran bayi) yang disrtai buang air besat terus-menerus. ‘Bila bayi mengalami muntah seperti itu, segera periksakan ke dokter,’ kata Lisa.
Jangan ditunda terlalu lama. Bayi dikhawatirkan mengalami dehidrasi. Sebab, 60% tubuh bayi terdiri atas cairan. Padahal, diare dan muntah yang terus-menerus akan membuat bayi dehidrasi. Menurut Lisa, ciri-ciri bayi dehidrasi adalah tak kencing lebih dari enam jam.

22 Mei 2009

MINUM KOPI : Pemicu Halusinasi

KAWAN atau saudara mengaku melihat hantu atau mendengar suara asing. Tanyakan, apakah dia pencandu kopi atau bukan. Menurut penelitian di Inggris, orang yang terlalu banyak minum kopi cenderung mengalami efek halusinasi.
Tim peneliti dari Universitas Dunham menyimpulkan, orang yang minum lebih dari tujuh cangkir kopi instan sehari cenderung tiga kali lipat mengalami halusinasi. Hal tersebut dibandingkan dengan orang yang hanya minum secangkir kopi sehari.

Kesimpulan itu diambil setelah mereka menyurvei 200 mahasiswa atas kebiasaan mengkonsumsi kopi dan pengalamannya melihat hal-hal mistis. “Ini langkah awal mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan halusiansi secara lebih luas,: ujar Simon Jones, psikolog yang mengetuai tim penelitian tersebut.
Dia mengatakan, dari penelitian-penelitian sebelumnya, diketahui bahwa tekanan misalnya, trauma masa kecil berhubungan dengan halusiansi. Padahal, kopi pun memicunya. Hubungan antara kopi dan halusinasi diduga terkait dengan hormon kortisol.
Halusinasi timbul saat tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kotisol. Hormon tersebut dihasilkan saat seseorang stress. Konsumsi kafein juga memicu produksi horon tersebut.
Meski demikian, Jones menekankan, hubungan tersebut bukanlah hubungan sebab-akibat. Kalaupun kafein memicu halusinasi, pengaruhnya mungkin tak sebesar faktor psikologis lainnya. Tak hanya kopi yang berpengaruh. Juga, the, cokelat, dan minuman berenergi lain yang mengandung kadar kafein tinggi.

Akupunktur Efektif Atasi Nyeri Punggung

PENGOBATAN dengan akupunktur bisa jadi merupakan cara efektif untuk menyembuhkan sakit punggung. Paling tidak, hasil penelitian di Amerka Serkat menyimpulkan begitu. Peneliti studi itu menyebutkan, sakit punggung lebih cepat disembuhkan dengan akupunktur daripada pengobatan standar. Taka peduli menggunakan tusuk gigi atau jarum sungguhan, akupunktur efektif mengatasi nyeri punggung.

Pada kebanyakan pasien, kata para peneliti, manfaat tersebut biasanya bertahan hingga setahun. “Hasil studi ini menunjukkan, kita tidak perlu benar-benar menusukkan jarum untuk mendapatkan efek yang sama,” kata dr Daniel Cherkin dari Group Health Center for Health Studies di Seattle, pemimpin studi tersebut, dalam jurnal Archives of Internal Medicine. Tim Sherman meneliti dampak jenis-jenis akupunktur lain dalam sebuah studi yang luas dan terkontrol. Mereka akan melibatkan 638 pasien nyeri punggung bawah kronis. Mereka membagi pasien menjadi beberapa kelompok. Sat kelompok mendapat terapi akupunktur standar yang diketahui efektif mengatasi nyeri punggung. Kelompok lain diberi terapi akupunktur yang dilakukan khusus untuk si pasien.
Kelompok ketiga diterapi dengan menggunakan tusuk gigi sebagai pengganti jarum. Tusuk gigi itu “ditusukkan” pada titik-titik akupunktur yang tepat tapi tidak sampai menembus kulit seperti pada akupunktur dengan jarum. Kelompok keempat diberi terapi medis standar dengan obat dan fisioterapi.
Setelah delapan pekan, hampir 60% pasien yang mendapat akupunktur sembuh. Peneliti juga menemukan, tidak ada perbedaan signifikan antara akupunktur dengan jarum atau tusuk gigi. “Pengobatan akupunktur relatif lebih aman dan merupakan cara mudah untuk mengurangi sakit punggung,” simpul Sherman.

21 Mei 2009

Sudah Minum Obat, Bronkitis Tak Reda ?

BATUK sebenarnya adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Fungsinya, mencegah benda asing (termasuk bakteri) masuk ke saluran pernapasan. Saluran napas kita terdiri atas trachea yang merupakan saluran udara terbesar, kemudian bercabang menjadi dua bronchus. Istilah bronchitis sebenarnya dapat diartikan radang pada saluran pernapasan besar (trachea dan bronchus).
Penyebab keradangan dapat berupa infeksi (masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh) atau alergi (dapat disebabkan suhu, debu, dan makanan tertentu). Bila penyebabnya infeksi, diikuti gejala kenaikan suhu badan.

Bila yenyebabnya alergi, sebaiknya dirunut apakah sebelumnya ada riwayat batuk setelah mengkonsumsi makanan tertentu atau suhu dingin.
Untuk menegakkan diagnosis, sebaiknya dirunut kembali. Apakah batuk tersebut diikuti panas badan? Apakah lebih banyak pada waktu pagi saat suhu dingin? Sebab, bila lebih dari dua minggu, kita harus ingat bahwa penyakit TB masih banyak didapatkan. Bronchitis hanya menular bila penyebabnya adalah infeksi. Bila penyebabnya alergi, bronchitis tidak akan menular pada orang lain di sekitar kita.
Untuk pengobatan, sebaiknya dicari penyebabnya.
Tidak selalu diperlukan antibiotik. Apalagi, bila penyebabnya alergi. Obat seperti antitusif (pereda batuk) dan ekspektoren (mengeluarkan dahak) memang membantu.
Tapi, itu hanya bersifat sementara. Selama penyebabnya (alergi atau infeksi) masih ada, batuk tak akan tuntas. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Semoga jawaban ini dapat membantu.

Kortikosteroid Tak Sembarangan

TAK sedikit anak bertinggi badan kurang yang merasa kurang percaya diri. Bagaimana dengan kebalikannya? Apakah ada kaitan antara tekanan psikologis dan tinggi badan? Kepala Divisi Kelas Berkebutuhan Khusus Fakultas Psikologi Ubaya Sandrawati menyatakan, pengaruh tekanan psikis dan tinggi badan tak terlalu signifikan. Apalagi, tak ada penelitian yang menjelaskan mengenai hal tersebut. “Tekanan psikologis memang mempengaruhi metabolisme tubuh. Pertumbuhan hormon jadi tak optimal. Tapi, hal itu tak sampai membuat anak tak bisa tinggi,” jelasnya.

Pengaruhnya, ungkap psikolog 43 tahun tersebut, lebih pada masalah perilaku. Anak yang mengalami tekanan psikologis biasanya gelisah atau tak berkonsentrasi belajar. Selain itu, anak yang biasanya gembira jadi pemurung. “Hal-hal tersebut membuat prestasi sekolah menurun,” katanya.
Bila anak menunjukkan gejala itu, sebaiknya segera ditanyai, bukan dimarahi. Tanyakan apa penyebab anak mengalami perubahan sikap. “Jika penyebabnya sudah diketahui, anak bisa kembali cerita dan normal seperti biasanya,” paparnya.
Menurut dr M Connie Untario SpA, masalah penyerapan makanan justru rawan mengganggu pertumbuhan. Sebab, kelainan tersebut dapat mengurangi nutrisi yang masuk. Misalnya, seorang anak yang baru menderita campak rentan mengalami diare berkepanjangan. Akibatnya, terjadi kurang gizi. “Mulanya hanya berat badan yang terpengaruh,. Namun, bila terjadi lama juga berdampak ke tinggi badan,” ungkapnya. Penyebab lain, kesalahpahaman orang tua dalam pengobatan asma. Orang tua sering mengobati anak dengan terapi kortikosteroid dalam waktu lama. Padahal, steroid dalam waktu lama beresiko cushing’s syndrome. Efeknya, anak berperawakan pendek.
“Dokter pasti tahu. Mereka hanya akan memberikan kortikosteroid sekali. Tidak akan berulang-ulang,” katanya. Karena merasa obat tersebut cespleng, orang tua sering membeli sendiri tanpa resep dokter. “Itu yang sering terjadi,” imbuhnya.

Berendam Air Panas
Berisiko Picu Kulit Kering dan Keriput

BERENDAM air panas memang nikmat. Apalagi, bila tubuh sedang capek. Setelah mandi, tubuh akan terasa lebih segar dan capek di tubuh berkurang. Namun, mandi air panas hendaknya tak dijadikan kebiasaan. Menurut Dr dr Hans Lumintang SpKK(K), kebiasaan mandi air panas akan membuat kulit jadi kering. Lama-kelamaan kulit terlihat keriput. “Terutama kebiasaan mandi sambil berendam air panas,” tambahnya. Dokter spesialis kulit dan kelamin RSU dr Soetomo itu mengatakan, dampak tersebut tak muncul langsung. Bergantung berapa kali dan lama berendam di air panas. Jika hanya sekali sehari dan waktu berendam tak lebih dari 15 menit, sangat kecil kemungkinan terjadi kulit kering.

“Lain halnya tiap kali mandi disertai berendam air panas lebih dari 15 menit. Yang seperti itu memungkinkan kulit kering,” katanya. Hans lalu menjelaskan, pada kulit terdapat lapisan lemak. Lapisan itulah yang membuat kulit terlihat mengilat dan mulus. Kebiasaan mandi dengan berendam air panas akan melarutkan lapisan lemak tersebut. “Akibatnya, kulit jadi kering,” ujar Hans. Dalam kondisi kering, lanjut dia, kulit mudah mengalami iritasi. Misalnya, saat digigit nyamuk, bagian kulit yang tergigit terasa gatal. “Kita bereaksi dengan menggaruknya,” ungkapnya. Bila menggaruknya terlalu keras, kulit kering akan terluka, iritasi.
“Terutama wanita pasti tidak mau kulitnya rusak karena iritasi,” tuturnya. Diingatkan pula, AC jauh lebih jahat. Efeknya ke kulit jauh lebih cepat daripada air panas. Apalagi, kita berjam-jam dan tiap hari berada di ruang berAC. “Saat keluar dari ruang berAC, ada pergantian suhu yang cukup mencolok. Itu yang menyebabkan kulit kering,” katanya. Hans menambahkan, kelembapan udara diperlukan untuk menjaga kestabilan tekstur kulit. Saat berada di suhu dingin, misalnya di ruang ber-AC, pori-pori kulit spontan menutup. Dengan begitu, peredaran udara lancar. Sebaliknya, bila berada di ruang bersuhu panas, pori-pori kulit spontan membuka. Pori-pori yang membuka membuat peredaran darah ke kulit lancar. “Harus ada masa transisi bagi kulit saat perpindahan dari dalam ke luar ruang ber-AC. Itu penting agar peredaran darah tetap lancar dan kulit tak mudah kering,” jelasnya. Untuk mencegah kulit kering, Hans menyarankan kerap mengoleskan pelembap. Dengan begitu, kelembapan kulit terjaga dan lemak yang melapisi kulit tergantikan. “Bila cara itu diterapkan, kulit tak mudah kering dan keriput,” tandasnya.

Karakteristik BATITA, Masa Emas Pertumbuhan

MENGAPA buah hati saya pendek? Pertanyaan itu sering menghantui para orang tua yang melihat pertumbuhan tinggi badan anaknya yang kurang jika dibandingkan dengan sebayanya. Banyak orang yang menganggap itu biasa.
Menurut dr M Connie Untario SpA, tinggi atau pendek seorang anak dapat diantisipasi sejak dini. Dia melanjutkan, beberapa kelainan atau penyakit bisa mengganggu pertumbuhan. “Antara lain, abnormalitas kromosom, kelainan kelenjar endokrin (hormon), kelainan kartilago dan tulang, serta penyakit-penyakit kronis,” papar sspesialis anak di RS Mitra Keluarga Surabaya itu.
Connie menambahkan, secara garis besar anak-anak tumbuh melalui tiga fase. Pertama, fase usia bayi sampai usia tiga tahun (bawah tiga tahun = batita). Kemudian, usia anak-anak sebelum pubertas dan fase remaja., “Masing-masing fase pertumbuhan mempunyai pola karakteristik dengan mekanisme pengaturan internal yang berbeda,” jelasnya.

Misalkan, fase pertama ditandai dengan pertumbuhan yang cepat. Termasuk otak dan sistem persarafan. Pertumbuhan paling cepat terjadi pada tiga bulan pertama. “Itu membuat bayi baru lahir terlihat sangat cepat besar,” tuturnya.
Apabila sakit pada usia tersebut, jelas Connie, potensi tumbuh seorang anak akan berkurang. Kecepatan pertumbuhan makin melambat seiring bertambahnya umur. “Pada fase itu, beberapa hormon sangat berperan. Terutama tiroksin yang dihasilkan kelenjar gondok,” ungkapnya.
Connie menyebutkan, pertumbuhan anak akan ideal, bila kesehatan mereka bagus. Baik fisik maupun psikologis optimal.
Nutrisi yang diberikan juga harus seimbang, baik kuantitas maupun kualitas. Pencegahan terhadap penyakit pun sangat diperlukan. “Untuk mencegah anak terserang penyakit, bisa dengan cara hidup yang sehat dan imunisasi,” ucapnya.
Potensi genetik, kata Connie, memang mempunyai peran dalam pertumbuhan. Namun, potensi genetik suatu bangsa bisa berubah. Misalnya, Jepang. “Sejak 20-30 tahun setelah Perang Dunia II sampai sekarang potensi genetiknya berubah jauh,” cetusnya.
Menurut dia, gen pertumbuhan sangat kompleks dan belum seluruhnya dapat diidentifikasi. Bahkan, dari orang tua yang sama, dapat lahir anak-anak yang berbeda pertumbuhannya.
Jadi, tugas orang tua adalah mengejar pencapaian tinggi optimal. “Caranya, menciptakan lingkungan yang kondusif. Selain itu, diperlukan asupan yang mencukupi tumbuh kembang anak,” paparnya.
Connie menegaskan, penilaian pertumbuhan anak sangat penting. Setiap anak perlu diukur secara berkala. Hasil pengukuran tersebut kemudian dimasukkan dalam kurva pertumbuhan.
Bila ada keraguan terkait gangguan pertumbuhan, orang tua harus segera mendiskusikan hal tersebut dengan dokter.
“Dengan menggunakan kurva pertumbuhan secara berkala, angka-angka hasil pengukuran tinggi badan, berat badan, dan kalau perlu lingkar kepala dapat menunjukkan garis pertumbuhan. Selanjutnya, bisa dinilai apakah pertumbuhan anak normal atau tidak,” tegasnya.

Atasi Ketiak Hitam Cukup dengan Krim

Banyak wanita mengeluh ketiaknya menjadi hitam. Akibatnya, mereka tidak berani memakai baju tanpa lengan. Menurut dr Dwi Murtasistutik spKK(K), dokter spesialis kulit kelamin RSU dr Soetomo, kondisi begitu bisa diatasi bila pasien mau berobat ke dokter kulit. “Ada krim khusus untuk menghilangkan warna hitam tersebut. Namun, efek itu terjadi perlahan-lahan, tidak bisa langsung. “Bila langsung mengelupas, khawatir kulit jadi iritasi,” lanjutnya.
Karena itu, Dwi menyarankan tidak sembarangan datang ke salon kecantikan. Apalagi, bila yang mengerjakan bukan dokter spesialis kulit. Bila tak ditangani ahlinya, dikhawatirkan justru muncul masalah baru. “Maunya ketiak jadi putih, malah jadi iritasi,” imbuhnya.


Namun, apa sebetulnya penyebab munculnya warna hitam pada ketiak? Menurut Dwi, gesekan baju dengan ketiak bisa menyebabkan iritasi kronik. Selain itu, ada kemungkinan terjadi alergi terhadap bahan deodorant atau parfum yang dikenakan. “Akibatnya, ketiak jadi kemerahan. Akrena tak diperhatikan, lama-lama ketiak jadi hitam dan gosong,” papar alumnus FK Unair itu.
Kemungkinan lain karena sering digaruk. Dwi mengatakan, bulu ketiak merupakan tempat yang enak bagi bakteri untuk tumbuh. Makin panjang bulu ketiak, maki luas pula areal bakteri yang ada di sana. “Bakteri membuat ketiak jadi gatal. Itu membuat kita bereaksi dengan menggaruknya,” ucapnya. Bila terus digaruk, ketiak bisa bengkak dan terasa perih. Akhirnya, kulit ketiak jadi hitam.

Mimpi Tak Selalu Indah

MIMPI adalah bunga tidur. Sayang, mimpi tak selalu indah. Mimpi bisa buruk, disertai mengigau, bahkan bonus tendangan atau pukulan. “Kalau sekedar mengigau, bukan masalah asalkan tidak mengganggu,” kata Prof dr Endang Warsiki Ghozali ApKJ(K), psikiater dari RSU dr Soetomo, Surabaya. Namun, mengigau disertai gerakan tak bisa diabaikan. Kondisi tersebut mungkin termauk nightmare dan night terror, “Keduanya lebih sering dialami anak-anak,” imbuhnya. Sebab, pada usia anak-anak, perkembangan otak belum sempurna. “Nightmare terjadi pada fase REM (rapid eye movement, Red),” jelasnya. Sedangkan night terror terjadi pada fase non-REm (tidur dalam). Kalau ada anggota keluarga yang mengigau disertai gerakan tak beraturan, bangunkan. Tak perlu dibangunkan dengan marah atau dibentak. “Anak malah akan kaget,” tuturnya.

Gangguan tidur tersebut masuk kategori parasomnia. “Yaitu, hal-hal yang terjadi berkaitan dengan tidur, tetapi tidak bisa dijelaskan secara medis,” ungkap Prof dr Fatimah Haniman SpKJ(K), psikiater dari RS Spesialis Husada Utama, Surabaya.
Bila frekuensi sangat sering, kondisi itu perlu dicurigai sebagai gejala epilepsy. “Sebab, gejala epilepsy sering terjadi saat tidur dan sama dengan gangguan tidur itu,” papar Fatimah. Jika tak tertangani, gangguan tidur tersebut beresiko terus berlanjut hingga dewasa.
Selain itu, ada gangguan tidur sambil berjalan (sleep walking). Dalam istilah medis, gangguan tersebut dikenal sebagai somnambulism. Maksudnya, seseorang bangun secara fisik, tapi kesadarannya tak komplet. Perilaku itu, menurut dr Agustina Konginan SpKJ, biasanya terjadi pada fase tidur REM.
Meski terjadi spontan, ada beberapa penyebab seseorang mengalami sleep walking. Di antaranya, riwayat trauma emosional sebelumnya. Psikiater dari RSU dr Soetomo, Surabaya, itu menuturkan bahwa konflik psikologis yang sulit atau tak terpecahkan berdampak gangguan tidur.

Salah Minum, Rawan Overdosis

OBAT tradisional sah-sah saja dikonsumsi berbarengan dengan obat medis. Namun, tetap ada aturan mengonsumsinya. Salah satunya, memberi jarak waktu meminum keduanya. “Obat tradisional Indonesia (OTI) bisa diminum beberapa jam setelah obat modern,” jelas dra Suharmiati Apt MSi. Sebab, lanjut dia, ada kemungkinan bila tak tepat mengkonsumsi obat tradisional. “Kemungkinannya, muncul efek sinergis, obat tradisional menambah kerja zat dalam obat kimiawi.
Misalnya, tubuh hanya membutuhkan komposisi tertentu dari obat modern ataupun dari OTI. Karena salah cara meminumnya, kadar dua obat dalam tubuh bertambah. Istilah lain, overdosis.

Karena itu, di Poliklinik di Jalan indrapura maupun di RSU dr Soetomo, Surabaya, diterangkan secara mendetail cara meracik obat tradisional. Pasien juga mendapat pemeriksaan dan penyuluhan tentang OTI.
“Jika sebelumnya pasien pernah cek kesehatan lengkap, petugas akan minta diperlihatkan hasilnya. Hal ini ikut membantu dalam memberikan OTI yang benar,” tuturnya.
Namun, Suharmiati mengingatkan, OTI bukanlah obat ajaib yang bisa mengobati semua penyakit. Dalam waktu dua hingga tiga hari setelah minum OTI tetapi sakit tidak kunjung sembuh, penderita hendaknya berkonsultasi ke dokter. “Misalnya, penyakit kepala yang tidak kunjung sembuh. Ada kemungkinan sakit kepala merupakan tanda penyakit lain,” tegasnya.

Tiga Tipe Pekerja Keras

ADA tiga tipe pencinta kerja. Rajin bekerja, workaholic, dan maniak kerja. Perbedaan ketiganya tampak jelas. Mulai orientasi pekerjaan hingga sifat mereka. Pekerja yang rajin, menurut Kusandrini SPsi MKes, orentasinya bukan prestasi. Mereka ingin mendapatkan perhatian dari atasan. Kalau sudah mendapatkan perhatian, ujung-ujungnya ingin mendapatkan kenaikan gaji. Itu berarti lebih pada orientasi finansial. “Tipe ini lebih banyak terdapat pada pegawai rendahan yang jabatannya tak akan pernah berubah,” tegasnya.

Berbeda dengan workaholic. Kelompok ini lebih berorientasi pada hasil dan prestasi. “Mereka selalu ingin sukses, memang dasarnya sangat suka bekerja dan perfeksionis,” kata alumnus Fakultas Psikologi Unair itu. Si Worhaholic selalu ingin pekerjaannya sempurna dan dapat berprestasi. Bahkan, berorientasi pada promosi kedudukan. Tipe ini banyak didapatkan pada pegawai yang posisinya bisa mengalami kenaikan secara vertikal.
Tipe workaholic akan selalu mencari kegiatan. Semua pekerjaan memungkinkan dilakukan tanpa bantuan siapa pun. “Misalnya, fotokopi. Dia merasa harus melakukan sendiri karena takut hasilnya jelek jika dilakukan orang lain,” jelas Kusandrini. Ini, tambah Prof dr Lestari Basoeki SpKL, menjadi tanda perfeksionis.
Padahal, dia bisa menugaskan seseorang untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih penting. Hal ini tentu menimbulkan kesan negatif. Kelompok ini hendaknya belajar mempercayai orang lain. Sehingga, pekerjaan bisa dibagi dengan pekerja lainnya.
Tipe ini sangat kompetitif dan ketat dalam segala hal, khususnya waktu. “Waktu yang ada harus terisi dengan kegiatan,” kata Prof dr Lestari Basoeki SpKl. Orang yang sampai tidak memiliki waktu untuk kegiatan lain selain pekerjaannya, lanjutnya, tergolong workaholic.
Sedangkan kelompok maniak bekerja sangat suka bekerja. “Sampai bisa disebut rakus dalam mengerjakan tugas,” ujarnya. Sayang, tipe ini lebih menuju sisi neagtif.
Orientasinya sama dengan tipe workaholic, yakni hasil dan prestasi. Perbedaannya, workaholic memang mengerjakan semua pekerjaan dalam lingkup tugasnya. Sedangkan tipe maniak tega merebut pekerjaan orang lain yang bukan wilayahnya.
Orang dengan tipe pekerja maniak akan dijauhi. Bahkan, rawan dibenci rekan sekerja. Ketiga tipe pekerja itu dapat menjadi ukuran bagi semua orang. Nah, Anda termasuk tipe yang mana?

Botox, Obat Awet Muda

TELAH diketahui bahwa botox bisa membuat orang lebih muda, tetapi apakah anda tahu bahwa itu digunakan juga untuk mengobati pembengkakan saluran kencing? Pembengkakan saluran kencing, membuat ketidak-mampuan untuk menahan air kencing dalam kandung kemih, sehingga air kencing tidak bisa dikendalikan.
Dalam perkembangan teknologi medis saat ini, peran botox bertambah dalam bidang urologi. Bisa digunakan untuk mengobati kondisi pembengkakan saluran kencing. Dalam keadaan dimana pengobatan telah gagal untuk mengatasi situasi ini, botox telah terbukti efektif dengan komplikasi minimal.

Di Swiss, para pasien melaporkan keadaan lebih baik setelah menerima beberapa injeksi Botox ke otot kandung kemih dalam kurun waktu satu tahun. Urin yang tidak bisa dikendalikan adalah umum di antara bagi para lansia dan terjadi setidaknya pada satu dari 10 orang berusia 65 ke atas, seperti yang diungkapkan Institut usia Lanjut Nasional di Amerika. Meski demikian, menurut Badan Riset dan Kebijakan Layanan Kesehatan di Amerika, pembengkakan saluran kencing tidak hanya dialami oleh para lansia saja. Kondisi ini memang bisa memalukan dan jika tidak ditangani, akan terjadi gatal dan infeksi kulit,s erta kegelisahan dan depresi. Ada baiknya anda mengerti mengenai penyakit ini agar bisa diobati ataupun dicegah agar hidup menjadi lebih nyaman.
Pria ataupun wanita bisa mengalami kondisi ini, namun wanita memiliki dua kali lipat kemungkinan terkena kondisi ini karena kehamilan, melahirkan, menopause serta struktur saluran air kencing pada wanita.

Mengapa Ini Terjadi?
Sebagian besar penyebab pembengkakan saluran kencing hanya sementara. Ini meliputi infeksi saluran kencing, infeksi vaginal, sembelit dan efek samping obat tertentu. Menurut situs Health A to Z, terlalu banyak kafein dan makanan yang menstimulasi kandung kemih serta minuman seperti susu atau produk susu, gula, coklat, tomat, rempah-rempah, buah jeruk, jus, dan minuman berkarbohidrat.
Kondisi ini bisa juga disebabkan oleh kondisi medis seperti lemahnya otot pelvis, kandung kemih atau kelompok otot urethral sphincter yang mengencang dan merenggang saat air buang air kecil, terhalangnya saluran urethral pada pria akibat membesarnya prostat, kurangnya hormon para wanita, stroke mobilitas terbatas dan pikun.

Asal Benar, Pen Tak Sebabkan Ngilu

RASA ngilu kerap muncul pada penderita pasca pemasangan pen. Terutama, saat penderita kedinginan atau berada di suatu wilayah dengan suhu dingin. Bahkan, rasa ngilu bisa muncul ketika penderita menikmati minuman dingin atau sangat capek.
Menurut dr Bimo Sasono SpOT FICS, rasa ngilu tersebut merupakan keluhan subjektif. Artinya, pasien merasa ngilu, padahal pemasangan pen sudah benar. “Hampir setengah pasien memperlihatkan keluhan subjektif tersebut,” katanya.
Bimo menyangkal anggapan bahwa keluhan subjektif itu disebabkan pen yang dipasang. Pen dipasang di tulang. Ketika menikmati minuman dingin atau berada di daerah bersuhu dingin, otomatis tubuh akan mengatur suhu. “Tidak ada hubungan sama sekali dengan pen,” lanjut ahli bedah ortopedi Bawean Orthopaedic Spine Center tersebut.

Kemungkinan lain, terjadi kesalahan dalam pemasangan pen. Misalnya, pen dipasang kepanjangan, sekrup pen masuk ke sendi, atau pen gerak meski sedikit (loosening).
Biasanya, keluhan muncul bila pen dipasang di daerah tertentu dengan pemasangan khusus. Misalnya, di bahu dan panggul yang banyak persarafan.
“Bila ukurannya terlalu panjang, pen bisa menyenggol dan mengiritasi salah satu saraf di daerah tersebut. Itu yang membuat pasien merasa ngilu atau kesakitan,” papar Bimo.
Dalam kondisi tersebut, lanjut dia, dokter akan mengevaluasi kondisi pasien, lalu memberi terapi. Konsultan bedah tangan itu mengatakan, terapi diberikan sesuai dengan penyebab ngilu. Jika karena keluhan subjektif, dokter akan memberikan obat untuk mengurangi rasa nyeri.
Jika penyebabnya kesalahan pemasangan pen, dokter akan mengoperasi ulang pasien. “Jika pennya yang kepanjangan, ya dokter akan memotongnya. Dengan begitu, pasien tidak merasa ngilu terus,” imbuhnya.
Karena itu, alumnus FK Unair tersebut menyarankan pasien rutin kontrol ke dokter. Dengan begitu, dokter bisa segera mengatasi keluhan pasien. “Bila sudah setahun, pen harus dicabut,” jelasnya.
Bimo mengingatkan, beberapa hal bisa terjadi bila pen tak dicabut. Pertama, muncul infeksi dari organ lain yang menempel ke pen. Gejalanya, rasa nyeri hebat, bagian yang dipen berwarna kemerahan dan bengkak. Bahkan, bisa juga muncul nanah.
“Pen merupakan tempat yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Kuman, misalnya di mulut, bila tak segera dimatikan, bisa ikut aliran darah dan menempel di pen,” jelasnya.
Kalau terjadi infeksi, dokter akan melakukan operasi untuk mengambil pen tersebut. Bila tulang yang dipen belum tersambung betul, pen tidak boleh dipasang lagi di tulang. “Dalam kondisi infeksi, pen tak boleh dipasang lagi. Penyambungan tulang dilakukan denga eksternal fiksasi,” lanjutnya.

Lebih Cepat Pulih dengan Pen

Pemasangan pen kian sering dijadikan pilihan untuk menangani kasus patah tulang. Dengan dipen, diharapkan tulang kembali tersambung dengan lebih baik. “Tujuan pemasangan pen adalah fiksasi agar posisi tulang tidak berubah setelah reposisi. Penyembuhan tulang yang baik perlu posisi tulang yang baik juga,” tutur dr Nario Gunawan SpOT.
Spesialis ortopedi dan traumatologi RS Mitra Keluarga itu menambahkan, dalam memperbaiki cedera tulang, gips bisa juga dijadikan pilihan. Tindakan tersebut merupakan fiksasi eksternal. Sedangkan penggunaan pen merupakan fiksasi internal. “Pend dipasang lewat tindakan operasi,” tuturnya.

Kelebihan pen untuk menangani patah tulang, papar Nario, reposisi tulang lebih bagus. Bila pakai gips, jelas dia, kadang tulang jadi bengkok karena reposisi dilakukan dari luar. “Tapi, harus dilihat pula kondisi tulang yang cedera,” ungkap dokter yang akrab dipanggil Rio itu.
Jika hanya cedera retak, tambah dia, membalut dengan gips dirasa sudah cukup. Sebaliknya, pemulihan tulang yang berkeping-keping harus memakai pen. “Bahkan, kadang membutuhkan pelat,” ucapnya.
Alumnus FK Unair ini menjelaskan, penanganan patah tulang bergantung beberapa hal. Pertama, jenis dan posisi patah tulang. Misalnya, bila tulang patah di dekat sendi atau daerah sendi, penanganannya harus memakai pelat.
Usia pasien juga jadi pertimbangan. “Untuk anak, pakai kawat kadang sudah bisa. Sebab, anak-anak masih berada dalam tahap perkembangan. Jadi, tulang cepat menyambung,” tegasnya.
Terakhir, kesediaan peralatan. Tidak semua tempat punya peralatan memadai untuk operasi ortopedi. “Dengan kondisi begitu, operasi pemasangan pen tidak mungkin dilakukan,” ujarnya. Rio memaparkan, penyembuhan patah tulang meliputi beberapa tahap. Setelah luka ditutup, di sekitar tulang yang patah berkumpul darah dan cairan eksudat, diikuti sel radang akut dan makrofag untuk membersihkan sisa bekas tulang patah.
Tubuh lalu menyiapkan sistem peredaran darah baru untuk mengganti pembuluh darah yang rusak. Selain itu, sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) dan jaringan penyambung (fibroblast) bersiap-siap membentuk jaringan tulang baru.
Dalam 4-5 hari, osteoblas bakal menyusun rongga-rongga yang nanti menjadi bagian dalam tulang dan dilalui pembuluh darah. Jaringan tulang yang belum matang disebut callus, terbentuk pada akhir minggu kedua.
Jaringan callus akan diendapi kalsium. Sehingga, terbentuk jaringan tulang yang menghubungkan kedua bagian yang patah. Setelah tulang terbentuk sempurna, callus bakal kembali diserap oleh tubuh dan terbentuklah jaringan tulang baru.
“Callus menghubungkan kedua bagian tulang yang patah. Pen dipasang agar bagian patah itu saling berhubungan.d engan begitu, penyembuhan dan pembentukan callus dipercepat dan lebih stabil,” terang dia.