rss

Lebih Cepat Pulih dengan Pen

Pemasangan pen kian sering dijadikan pilihan untuk menangani kasus patah tulang. Dengan dipen, diharapkan tulang kembali tersambung dengan lebih baik. “Tujuan pemasangan pen adalah fiksasi agar posisi tulang tidak berubah setelah reposisi. Penyembuhan tulang yang baik perlu posisi tulang yang baik juga,” tutur dr Nario Gunawan SpOT.
Spesialis ortopedi dan traumatologi RS Mitra Keluarga itu menambahkan, dalam memperbaiki cedera tulang, gips bisa juga dijadikan pilihan. Tindakan tersebut merupakan fiksasi eksternal. Sedangkan penggunaan pen merupakan fiksasi internal. “Pend dipasang lewat tindakan operasi,” tuturnya.

Kelebihan pen untuk menangani patah tulang, papar Nario, reposisi tulang lebih bagus. Bila pakai gips, jelas dia, kadang tulang jadi bengkok karena reposisi dilakukan dari luar. “Tapi, harus dilihat pula kondisi tulang yang cedera,” ungkap dokter yang akrab dipanggil Rio itu.
Jika hanya cedera retak, tambah dia, membalut dengan gips dirasa sudah cukup. Sebaliknya, pemulihan tulang yang berkeping-keping harus memakai pen. “Bahkan, kadang membutuhkan pelat,” ucapnya.
Alumnus FK Unair ini menjelaskan, penanganan patah tulang bergantung beberapa hal. Pertama, jenis dan posisi patah tulang. Misalnya, bila tulang patah di dekat sendi atau daerah sendi, penanganannya harus memakai pelat.
Usia pasien juga jadi pertimbangan. “Untuk anak, pakai kawat kadang sudah bisa. Sebab, anak-anak masih berada dalam tahap perkembangan. Jadi, tulang cepat menyambung,” tegasnya.
Terakhir, kesediaan peralatan. Tidak semua tempat punya peralatan memadai untuk operasi ortopedi. “Dengan kondisi begitu, operasi pemasangan pen tidak mungkin dilakukan,” ujarnya. Rio memaparkan, penyembuhan patah tulang meliputi beberapa tahap. Setelah luka ditutup, di sekitar tulang yang patah berkumpul darah dan cairan eksudat, diikuti sel radang akut dan makrofag untuk membersihkan sisa bekas tulang patah.
Tubuh lalu menyiapkan sistem peredaran darah baru untuk mengganti pembuluh darah yang rusak. Selain itu, sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) dan jaringan penyambung (fibroblast) bersiap-siap membentuk jaringan tulang baru.
Dalam 4-5 hari, osteoblas bakal menyusun rongga-rongga yang nanti menjadi bagian dalam tulang dan dilalui pembuluh darah. Jaringan tulang yang belum matang disebut callus, terbentuk pada akhir minggu kedua.
Jaringan callus akan diendapi kalsium. Sehingga, terbentuk jaringan tulang yang menghubungkan kedua bagian yang patah. Setelah tulang terbentuk sempurna, callus bakal kembali diserap oleh tubuh dan terbentuklah jaringan tulang baru.
“Callus menghubungkan kedua bagian tulang yang patah. Pen dipasang agar bagian patah itu saling berhubungan.d engan begitu, penyembuhan dan pembentukan callus dipercepat dan lebih stabil,” terang dia.

No comments:

Post a Comment

Give Me Your Comment, No SPAM No JUNK:

Posting Terbaru

Arsip Blog

 

Pengikut Blog Ini